Suara.com - Baru-baru ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kasus virus antraks kembali dilaporkan. Demikian juga dengan virus rabies. Bali dikabarkan menjadi kawasan yang paling sering 'diganggu' virus ini.
Virus merupakan benda kecil yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang dan kebanyakan sangat berbahaya. Mereka dapat mempengaruhi setiap makhluk hidup, baik manusia, hewan, tumbuhan atau bahkan bakteri.
Berikut 10 virus paling berbahaya di dunia yang sudah dapat diidentifikasi para ahli dilansir topteny.com:
10. Ebola
Kasus ebola pertama dilaporkan dari Kongo, Afrika. Namanya seperti nama sungai di sana, Sungai Ebola. Belum lama ini para peneliti dunia mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menemukan obat yang mampu melawan virus Ebola. Puluhan dekade lalu, Ebola menjadi penyakit yang amat menakutkan, karena obatnya tak juga ditemukan. Gejala-gejala Ebola dimulai dengan sakit kepala parah dan sakit tenggorokan. Jika keparahan meningkat, maka terjadi pendarahan hebat, baik internal maupun eksternal.
9. HIV/AIDS
Sama seperti virus Ebola, AIDS juga berasal dari Afrika. Mulanya penyakit ini juga belum memiliki obat, sehingga membuat gempar warga dunia. Saat ini, beberapa obat sudah digunakan untuk pengobatan, tapi sayang tidak semua negara memiliki akses atas obat-obatan ini. Virus HIV /AIDS sangat berbahaya, karena menghancurkan sistem kekebalan tubuh dan membuat korbannya rentan terhadap banyak infeksi dan penyakit lainnya.
8. Rabies
Rabies adalah penyakit tua, yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing dan kelelawar. Korban yang digigit hewan rabies harus segera menuju ke rumah sakit terdekat dan mendapatkan perawatan melalui vaksinasi. Virus rabies akan menyusup ke sistem saraf pusat dan bisa menyebabkan kematian. Mereka yang terjangkit virus ini dinilai akan berubah menjadi zombie, karena pada beberapa kasus, korban menjadi gila dan melakukan tindak kekerasan.
7. Yellow Fever/Demam Kuning
Sama seperti beberapa virus mematikan sebelumnya, Yellow Fever juga dari Afrika. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk dan pernah dianggap sebagai salah satu penyakit yang mengancam jiwa. Gejala-gejala yang dialami misalnya, mual, demam, dan nyeri pada otot. Pada beberapa kasus ekstrem akan terjadi pendarahan dari mulut, hidung, perut, bahkan mata.
6. Lassa
Lassa adalah virus berbahaya yang berasal dari tikus dari Afrika Barat dan penyakit menyebar melalui udara. Bila menginfeksi korbannya, virus ini menyebabkan nyeri di dada, demam, pembengkakan pada wajah, dan dalam beberapa kasus menimbulkan tuli. Lassa merupakan virus yang mematikan, namun dapat diobati dengan antivirus.
5. Cacar
Virus ini disebarkan oleh manusia yang sakit kepada manusia lainnya. Ada berbagai jenis cacar yang berbeda, tapi umumnya bergejala sama, yaitu demam parah disertai dengan pustula cairan yang sepenuhnya menutupi kulit. Sebelum obatnya ditemukan, cacar bisa menyebabkan kematian. Namun saat ini, cacar bisa disembuhkan, dengan tetap meninggalkan bekas-bekas luka pada penderitanya.
4. Demam Berdarah
Virus penyakit ini berkembang di daerah tropis, yang dimulai dari Filipina dan Thailand. Penderita akan merasakan demam tinggi, sakit pada tulang dan otot.
Tanda-tanda lain terjangkitnya virus ini adalah mual, diare, perdarahan internal dan, pada kasus yang ekstrim dapat menyebabkan kematian. Virus demam berdarah tidak menular, namun belum ada obat yang mampu melawannya.
3. Hantavirus
Hantavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh hewan pengerat dan dikenal sebagai hantavirus paru sindrome. Kasus pertama dilaporkan pada 1993 di Amerika Serikat. Hantavirus tidak menyebar melalui manusia. Tanda-tanda penderita yang terinfeksi adalah sakit kepala parah, demam, sesak napas, dan dalam kasus yang ekstrem bisa menyebabkan syok kardiovaskular atau gagal ginjal akut.
2. Marburg
Marburg dianggap sebagai salah satu virus paling mematikan di dunia dan belum ada obatnya. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak melalui sekresi tubuh. Virus ini diturunkan secara genetik, namun sangat jarang terjadi. Para penderitanya akan mengalami demam, perdarahan internal, dan eksternal, kegagalan beberapa organ yang sangat mungkin menyebabkan kematian.
1. HCV
HCV adalah virus Hepatitis C. Sebenarnya hepatitis adalah nama yang diberikan untuk sejumlah penyakit yang mempengaruhi hati, seperti Hepatitis A sampai E. Hepatitis C dianggap sebagai jenis yang paling berbahaya. Virus ditularkan melalui darah, terutama melalui transfusi darah, transplantasi organ, berbagi jarum, dan melalui hubungan seksual. Seorang perempuan hamil juga dapat menularkan virus HCV kepada bayinya, jika ia terinfeksi. Gejala-gejala penyakit ini baru akan muncul beberapa tahun kemudian, seperti kondisi hati yang rusak parah atau bahkan kanker hati. (Nessy Febrinastri)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin