Suara.com - Penyakit jantung, diabetes dan stroke kini tak hanya dialami orang usia lanjut tapi juga mulai diderita anak-anak muda. Penyebabnya adalah gaya hidup serba instan dan paparan radikal bebas dari polusi udara maupun kandungan makanan yang tak sehat.
Disampaikan Gatot Susilo Lawrence, ahli patologi dari Universitas Hasanuddin Makasar, paparan radikal bebas secara terus menerus dapat menjadi salah satu faktor yang mengganggu keseimbangan antioksidan alami dari dalam tubuh, yang pada gilirannya menyebabkan stres oksidatif.
"Stres oksidatif memiliki efek jangka panjang yang kurang baik bagi tubuh, salah satunya adalah penyakit degeneratif yang mulai mengintai di usia lebih awal," ungkap Prof Gatot dalam temu media SOHO #BetterU di Bogor, Sabtu (11/3/2017).
Tak perlu menunggu gejala untuk mengatasi sebuah penyakit. Pencegahan penyakit seharusnya menjadi prioritas daripada mengobati yang dapat menelan biaya besar.
Untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif, Prof Gatot mengimbau agar masyarakat memperbanyak asupan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Antioksidan menurutnya bekerja pada level sel atau molekul sehingga lebih efektif dalam mencegah timbunya penyakit.
"Kalau tunggu rasa sakit itu sudah terlambat untuk dicegah. Jadi dalam kondisi sehat seseorang bisa ubah gaya hidup dan konsumsi antioksidan sebagai pencegahan," tambah dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?