Suara.com - Peneliti mengklaim, suplemen kehamilan yang dikonsumsi oleh ibu hamil dengan maksud untuk menaikkan IQ anak ternyata hanya membuang-buang uang.
Selama tujuh tahun, studi yang dilakukan para akademisi dari South Australian Health dan Medical Research Institute di Adelaide pada 543 ibu dan anaknya menemukan fakta, tidak ada perbedaan dalam bahasa maupun perkembangan kemampuan dasar pada anak yang ibunya mengonsumsi suplemen maupun tidak.
Ilmuwan meneliti suplemen yang mengandung asam lemak omega 3 yang ditemukan pada ikan salmon termasuk yang dikenal sebagai asam docosahexaenoic atau DHA. Kandungan tersebut kini banyak ditemukan dalam multivitamin kehamilan.
Namun penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) juga menyimpulkan suplemen tersebut ada 'sedikit bukti manfaat'.
"Penilaian langsung secara konsisten menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam bahasa, kemampuan akademis, atau fungsi eksekutif," ujar juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, Dr Virginia Beckett dilansir Daily Mail.
Saran dari NHS bagi perempuan hamil adalah untuk mengonsumsi asam folat dalam tiga bulan pertama dan vitamin D yang akan berkontribusi pada pembangunan fisik bayi. "Makan bergizi dan aktivitas fisik akan menguntungkan bagi bagi calon ibu maupun bayi mereka selama kehamilan," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia