Suara.com - Selain berbentuk tablet isap dan kapsul, suplemen vitamin C juga tersedia dalam bentuk larut air dalam bentuk minuman kemasan. Di dalamnya terkandung vitamin C 1000 mg.
Konsumsi vitamin C dalam bentuk ini tergolong praktis dengan pilihan rasa yang variatif. Namun seberapa penting konsumsi vitamin c larut air yang mengandung 1000 mg vitamin c?
Menurut ahli gizi dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, kebutuhan harian seseorang akan vitamin C hanya berkisar 60-90 mg. Hal ini pun, lanjut dia, bisa didapat secara alami melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi selama sehari.
"Vitamin C itu memang sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena dapat mengubah makanan yang kita konsumsi menjadi energi bukan menjadi lemak. Vitamin C juga dapat memperlancar metabolisme dan meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Namun, tambah dia, konsumsi suplemen larut air yang mengandung 1000 mg vitamin C terlalu berlebihan. Pada akhirnya tubuh hanya menyerap jumlah vitamin C yang dibutuhkan dan sisanya dibuang melalui urin.
"Karena vitamin C sifatnya tidak bisa disimpan dalam tubuh. Kalau sudah cukup di dalam tubuh ya akan dikeluarkan sisanya. Sehingga setiap hari kita harus mengonsumsi makanan dan minuman sumber vitamin C yang utamanya terdapat pada buah," imbuhnya.
Namun pada beberapa orang dengan aktivitas yang berat atau menjalani kebiasaan tak sehat seperti merokok, asupan vitamin C yang dibutuhkan pun meningkat. Meski demikian asupan vitamin C 1000 mg tetap dinilai berlebihan.
"Pada perokok berat, orang yang stres berat atau olahragawan memang harus mengonsumsi vitamin C lebih banyak. Tapi kalau 1000 mg kayaknya terlalu berlebihan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya