Suara.com - Saat ini, rasa empati seseorang terhadap orang lainnya, seakan semakin berkurang. Saat seseorang memiliki masalah, mereka cenderung memendamnya sendiri dan malu untuk berbagi pada orang lain.
Akibatnya, mereka sering merasa stres, depresi, bahkan berakhir dengan hal-hal yang tak diinginkan, seperti menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Melihat permasalahan ini, Rumah Amalia yang dikenal sebagai rumah belajar bagi anak yatim dan duafa, mengenalkan konsep pembelajaran dan terapi, yang disebut sebagai 'Mahabbah'.
"Sepertinya sekarang masyarakat sudah kehilangan empati dan kasih sayangnya terhadap orang lain. Melihat hal tersebut, kami mengadakan kegiatan yang disebut Mahabbah. Untuk menanamkan kasih sayang menumbuhkan rasa empati anak-anak dan masyarakat pada orang sekitarnya," kata Muhamad Agus Syafii, Founder dan salah satu Rumah Amalia Ciledug, Tangerang.
Mahabbah sendiri, jelas Agus adalah kegiatan bernyanyi bersama, yang dilakukan anak-anak di Rumah Amalia. Pesan moral dari kegiatan ini, kata dia, untuk membuat rasa cinta pada sesama tertanam pada mereka, sehingga bisa lebih memiliki kepedulian.
Dengan bernyanyi ini, lanjut Agus, hormon endorfin yang mampu menumbuhkan rasa empati, perasaan kesenangan dan euforia akan diproduksi. Tak hanya hormin endorfin, oksitosin atau hormon cinta juga akan dirilis sehingga meningkatkan rasa nyaman dan empati pada sesama.
"Dengan bernyanyi, hormon ini terpicu sehingga mampu mengurangi rasa stress dan cemas Anda. Selain itu, dengan bernyanyi hidup akan lebih bahagia dibandingkan dengan orang yang tidak bernyanyi, walau hanya bersenandung kecil," ungkap dia.
Bernyanyi juga punya manfaat kesehatan yang membuat paru-paru menjadi kuat, karena bisa membantu Anda bernafas lebih baik, lanjutnya.
Berkat efek menenangkannya, bernyanyi juga mampu menurunkan tekanan darah tinggi pada beberapa kasus. Kebanyakan pasien darah tinggi, kata dia busa melakukannya dengan menyanyikan lagu-lagu religi.
"Di sini, kami menyanyikan lagu-lagu religi, yang bekerjasama dengan grup musik Aleehya agar anak-anak bisa lebih bersyukur dan selalu ingat Allah," kata dia.
Baca Juga: Ibu Vegan, Kemampuan dan Prestasi Anaknya Akan Buruk?
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ari Zaenal, salah satu musisi dari Aleehya. Ia mengatakan musik dan nyanyian bisa menambah perasaan empati, karena pada dasarnya seni dan musik dibuat dan disampaikan melalui hati.
"Itu melatih empati, secara tidak langsung kita bisa ikut serta merasakan. Kami bahagia, yang menonton bahagia. Untuk anak-anak bisa lebih bahagia, ceria dan menghafal juga," kata Ari.
Tag
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat