Suara.com - Orang yang terdeteksi mengidap penyakit turbekulosis (TB) harus segera diobati, agar tidak menularkan penyakit pada orang lain. Pengobatannya pun harus dilakukan sampai tuntas.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan yang dikutip di laman resminya, Jumat (14/4/2017), sebanyak 330.729 orang mengidap TB pada 2015. Sebanyak 85 persen di antaranya berhasil sembuh, sementara 16 persen lainnya mengalami TB kebal obat atau TB resistan.
Direktur Medik dan Keperawatan RSPI Sulianti Saroso, dr Djani Kusumowardani mengatakan, keberhasilan penyembuhan TB kebal obat hanya 51 persen.
"Pengobatan penyakit TB kebal obat membutuhkan waktu lebih lama, menyebabkan efek samping, dan biaya lebih besar," kata dr Djani.
Selain itu, satu kasus TB yang tidak segera diobati, bisa menularkan penyakit pada 10-15 orang dalam setahun karena penyebaran kuman.
Oleh karena itu, penting dilakukan pengobatan TB sesegera mungkin dan diselesaikan sampai tuntas, untuk mencegah penularan pada orang lain serta timbulnya kasus TB kebal obat.
TB sendiri dapat dikategorikan menjadi TB sensitif obat, TB MDR (Multidrug-Resistant) yang bisa terjadi bila pengobatan TB tidak dilakukan secara tuntas, yang lantas juga bisa berkembang menjadi TB XDR (Extensively drug-resistant) apabila pada kasus TB MDR tidak ditangani dengan tuntas.
Selain itu, penyakit TB yang diderita oleh orang dewasa juga akan dengan mudah menular pada anak-anak yang tidak divaksinasi dengan vaksin BCG. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini