Suara.com - Mendengar kata kanker tentu tak asing lagi bagi Anda. Tapi pernahkah mendengar kanker dengan jenis myeloma? Popularitas kanker ini memang tak sebesar kanker payudara, serviks atau paru-paru.
Padahal, seperti disampaikan dokter spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah, dr Toman L. Toruan, SpPD, KHOM, kanker ini juga cepat menyebabkan kematian apabila terlambat ditangani. Penderita kanker myeloma mengalami pertumbuhan tak terkendali dari plasma darah yang mengakibatkan peningkatan kadar imunoglobulin dalam tubuh.
"Dalam tubuh ada lima imunoglobulin, yakni G,M,A,D, dan E. Nah pada pasien myeloma salah satu imunoglobulin mengalami peningkatan dan daya tahan tubuh menurun sehingga pasien mudah terinfeksi penyakit," ujar dr Toman pada temu media yang dihelat RS Pondok Indah, beberapa waktu lalu.
Penanganan kanker myeloma seringkali terlambat karena gejalanya yang tidak khas. Namun, melalui pemeriksaan kesehatan ada beberapa indikator yang menunjukkan adanya kanker myeloma, seperti kadar kalsium yang meningkat dalam darah, kreatinin meningkat, tulang keropos hingga anemia.
"Kanker jenis ini paling sering dialami kelompok usia di atas 60 tahun. Penyebabnya multifaktor, mulai dari genetik dan paparan tinggi dari zat kimia maupun radiasi," tambah dia.
Jumlah kasus baru kanker myeloma per tahun mencapai 14.600 dengan angka kematian mencapai 11.000 per tahun. Kanker ini lebih banyak menyerang laki-laki, dengan insiden per tahun per 100.000 penduduk adalah 6,7 laki-laki dan 4,1 perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!