Suara.com - Bupati Malaka, Nusa Tenggara Timur, dr Stefanus Bria Seran, MPH, memberikan pelayanan gratis untuk warga Malaka saat berobat. Namun, dengan syarat memiliki E-KTP setempat.
Lelaki yang juga menginisiasi program Revolusi Kesehatan Ibu Anak (KIA) saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT itu menyadari, tak semua warganya mampu membayar setoran BPJS setiap bulan. Selain itu, fasilitas dan tenaga kesehatan di daerah perbatasan yang dipimpinnya tak seperti di kota-kota besar.
"Kita pakai sistem fee for service, jadi siapa yang datang berobat, maka biaya akan dibebankan pada pemerintah daerah. Jadi bukan Jamkesda, itu beda," ujar dia di sela-sela kunjungan di Rumah Sakit Penyangga Perbatasan, Malaka, NTT, Jumat (5/5/2017).
Berdasarkan data yang dihimpun dinas kesehatan setempat, sebanyak 107 jiwa penerima bantuan iuran JKN yang dibiayai pemerintah pusat. Sementara itu, masyarakat Malaka yang menjadi peserta JKN non PBI baru sekitar 12 ribu jiwa. Itu berarti, terdapat sekitar 60 ribu jiwa yang belum terdaftar sebagai peserta JKN.
"Ada kepincangan kalau harus jadi peserta BPJS semua, karena rata-rata ekonomi masyarakat di Kabupaten Malaka, beda-beda tipis antara yang punya kartu dengan yang tidak. Saya tidak mau, mereka yang tidak punya BPJS ditolak berobat, sehingga cukup pakai EKTP, sudah bisa berobat di puskesmas, RS Penyangga dan RS Rujukan di Atambua," jelas dia.
Uang yang digunakan untuk menutup biaya pengobatan masyarakat Malaka non BPJS, sambungnya, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Pada tahun 2016, sekitar 9.8 persen APBD dianggarkan untuk kesehatan. Tahun ini, Stefanus meyakinkan bahwa anggaran untuk kesehatan akan dinaikkan hingga 18 persen dan akan ditambah sesuai kebutuhan.
"Rakyat Malaka tidak boleh, kalau mereka tidak ada uang mereka tidak mendapat layanan kesehatan. Uangnya (APBD) kan dari rakyat, dan harus kembali ke rakyat. Itu salah satu tujuan pembangunan kesehatan, agar kita membiayai rakyat yang tidak mampu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem