Suara.com - Gigi putih dan cemerlang menjadi idaman setiap orang. Karena itu, banyak orang menjalani perawatan bleaching atau veneer di klinik gigi. Namun, untuk melakukannya, Anda harus merogoh kocek cukup besar.
Di balik biayanya yang mahal, tindakan pemutihan gigi bukan berarti tanpa risiko. Disampaikan David Goddard selaku perwakilan metode pemutihan gigi bleaching, Mkali Smile, menggunakan bahan peroxide yang dapat merusak enamel gigi.
"Ketika enamel rusak maka nggak bisa kembali normal. Berbeda dengan bleaching di rambut yang kalau rusak, rambut akan tumbuh kembali," ujar David pada peluncuran MKALI Smile di Jakarta, Selasa (23/5/2017).
Lebih lanjut, dia memaparkan, gigi yang diputihkan melalui proses bleaching juga umumnya tidak alami. Padahal, warna alami gigi cenderung ke arah putih gading. Dia pun memiliki solusi pemutihan gigi yang aman, dan tidak membutuhkan waktu lama.
Produk yang diberi nama Mkali Smile ini diklaim tidak memakai bahan peroxide untuk memberi efek putih pada gigi. Waktu yang dibutuhkan untuk mengaplikasikannya pun hanya 20 menit.
"Mkali Smile sepenuhnya bersifat kosmetik, dan dapat mengembalikan warna alami gigi dengan tidak merusak gusi maupun email," jelas dia.
Adapun prosedur pemakaian dimulai dengan menyikat gigi dengan pasta yang sudah disediakan, lalu Anda akan diminta menggigit gel yang memberikan sensasi dingin, lalu disinar selama 20 menit. Setelah prosedur ini, Anda diimbau tidak mengonsumsi makanan.
Mkali Smile ini rencananya akan dapat ditemukan di salon-salon kecantikan sebagai perawatan baru bagi pelanggan yang ingin mendapatkan gigi lebih putih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?