Suara.com - Radang tenggorok disertai amandel yang membengkak kerap bikin tubuh tak bergairah. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan operasi amandel.
Namun, masih ada sebagian yang ragu melakukan operasi amandel karena diyakini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Lantas benarkah anggapan ini?
Disampaikan dr Syahrial M Hutauruk SpTHT-KL selaku Ketua Divisi Laring Faring Departemen THT FKUI-RSCM, operasi amandel memang dapat mempengaruhi imunitas tubuh namun jika dilakukan pada usia 3-7 tahun. Namun pada orang dewasa, hal ini tidak berlaku.
"Kalau dibuangnya saat dewasa itu nggak ada efek samping terkait imunitas. Kalau untuk anak-anak sampai usia 7 tahun memang ada. Tapi setelahnya hampir tidak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh anak," ujar dia pada temu media Kamis (8/6/2017).
Efek samping usai melakukan operasi amandel pun, tambah dia, hampir tidak ada jika melakukannya pada saat yang tepat. Bahkan menurut dia, akan lebih baik jika amandel segera diangkat karena dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
"Kalau indikasinya terjadi berulang, tiga kali dalam setahun itu memang harus segera dioperasi. Kalau tidak bisa memicu gangguan napas dan gangguan makan, terutama pada anak," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia