Suara.com - Merupakan sebuah fakta bahwa obesitas adalah langkah menuju masalah kesehatan jangka panjang yang tidak diketahui. Obesitas dapat berdampak sangat negatif pada sebagian besar organ dalam tubuh terutama jantung, serta membuat pengidapnya rentan terhadap diabetes, nyeri sendi, artritis.
Obesitas sendiri merupakan salah satu masalah terbesar saat ini, yang dengan cepat menjadi bagian dari kehidupan setiap orang. Meningkatnya jumlah orang gemuk di seluruh dunia menunjukkan bagaimana kita telah membiarkan gaya hidup tertentu mendikte kita dan menjadi keadaan yang tidak sehat.
Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa satu dari sepuluh orang di seluruh dunia mengalami obesitas dan 2,2 miliar orang lainnya diyakini kelebihan berat badan. Hal tersebut memicu krisis kesehatan global yang merenggut jutaan nyawa setiap tahunnya.
Sekarang, laporan spesifik dari Times of India (TOI) telah mengakui bahwa India memiliki tingkat obesitas tertinggi kedua di dunia setelah Cina. Studi yang mengkhawatirkan juga menemukan bahwa 14,4 juta anak di India hidup dengan kelebihan berat badan.
Periset mengamati bahwa lebih dari dua miliar anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia menderita masalah kesehatan terkait obesitas. Tidak hanya itu, jumlah yang meningkat juga terjadi kehilangan nyawa, karena kondisi ini. Namun, dari empat juta kematian akibat kelebihan berat badan pada 2015, hampir 40 persen terjadi di antara orang-orang yang indeks massa tubuhnya (BMI) turun di bawah ambang batas yang dianggap gemuk.
Sesuai laporan TOI, temuan yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine tersebut mewakili "krisis kesehatan masyarakat global yang mengganggu."
Di antara 20 negara terpadat di dunia, seperti dilansir Zeenews, tingkat obesitas tertinggi di kalangan anak-anak dan orang dewasa muda berada di AS hampir 13 persen, lalu ada Mesir menduduki puncak daftar untuk obesitas dewasa sekitar 35 persen.
Tingkat obesitas terendah berada di Bangladesh dan Vietnam dengan masing-masing sebesar 1 persen. Statistik menunjukkan bahwa negeri tirai bambu, Cina memimpin tingkat obesitas anak dengan 15,3 juta kasus, disusul India berada di posisi kedua dengan 14,4 juta.
Pada 2015, AS mencatat 79,4 juta kasus dan Cina masing-masing dengan 57,3 juta kasus jumlah orang dewasa obesitas tertinggi. "Orang yang menghindari kenaikan berat badan melakukannya karena berisiko terkena penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan kondisi yang mengancam jiwa lainnya," kata Christopher Murray, dari University of Washington.
Baca Juga: Heboh! Jakarta Great Online Sale 2017, Diskonnya hingga 95 Persen
Penelitian yang mencakup 195 negara sejak tahun 1980 sampai 2015, mencakup analisis penelitian lain mengenai pengaruh kelebihan berat badan dan hubungan potensial antara IMT tinggi dan kanker kerongkongan, kolon dan rektum, hati, kantong empedu, pankreas, payudara, rahim, Ginjal, dan tiroid, serta leukemia.
Pada 2015, kelebihan berat badan mempengaruhi 2,2 miliar anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia, atau 30 persen dari total jumlah semua orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'