Suara.com - Sahur merupakan waktu yang sebaiknya tidak terlewatkan saat bulan puasa. Ini adalah waktu penting di mana Anda bisa mengisi energi Anda kembali untuk dipakai nanti.
Terlebih saat Anda diet di bulan puasa, sahur bisa membantu Anda dalam mengontrol nafsu makan ketika waktu buka puasa tiba. Lantas, menu sahur apa yang sebaiknya ada saat diet? Berikut ulasan selengkapnya yang dirangkum hellosehat.com.
Jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat sahur
Pastikan makanan yang Anda konsumsi cukup menyediakan energi untuk Anda beraktivitas selama puasa. Saat sahur, sebaiknya perhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi.
Selain itu, perhatikan juga porsi makan Anda saat sahur. Ini penting bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan saat puasa. Makan berlebihan saat sahur dapat menyumbang kalori berlebih pada tubuh Anda.
Berikut daftar makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat sahur:
1. Karbohidrat kompleks
Penting bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan saat puasa untuk mengonsumsi jenis karbohidrat kompleks saat sahur.
Karbohidrat kompleks mengandung serat tinggi yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan juga dapat menyediakan energi lebih panjang. Sehingga, Anda tidak merasa lapar berlebihan saat buka puasa.
Serat dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Contoh makanan sumber karbohidrat kompleks adalah nasi merah, roti gandum, pasta gandum, oat, quinoa, kentang beserta kulitnya, dan lainnya. Anda bisa mengonsumsi makanan ini sebanyak 1 porsi saat sahur atau setara dengan 100 gram nasi merah.
2. Protein
Protein juga dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan, sehingga Anda perlu mengonsumsi makanan berprotein saat sahur. Selain itu, protein juga diperlukan tubuh untuk mengganti atau memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Jika ingin menurunkan berat badan, pilihlah makanan sumber protein dengan kandungan lemak rendah, seperti ikan, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, dan telur. Anda juga bisa mengonsumsi makanan sumber protein nabati, seperti tahu, tempe, kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, dan lainnya.
Kuncinya adalah pada metode memasak yang Anda gunakan. Pilihlah metode masak dengan cara direbus, dikukus, dan dipanggang dibandingkan digoreng. Menggoreng makanan hanya akan menambah kandungan lemak dan kalori pada makanan tersebut, walaupun memang rasanya lebih lezat.
Anda bisa mengonsumsi makanan sumber protein ini sebanyak 1-2 porsi saat sahur.
3. Sayuran dan buah-buahan
Ini merupakan makanan wajib untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan saat puasa. Sayuran dan buah-buahan mengandung banyak serat dan juga berbagai vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Tentu, asupan ini sangat diperlukan selama Anda berpuasa. Setidaknya, sayuran dan buah-buahan yang harus Anda konsumsi saat sahur adalah sebanyak 2-3 porsi.
Menu sahur saat diet selama puasa
Saat sahur, setidaknya cukupi kebutuhan kalori Anda sebanyak 500-600 kalori. Beberapa contoh menu sahur dengan kisaran kalori tersebut adalah:
Menu 1 : ayam panggang; scrambled egg; pepes tahu; bayam, brokoli, dan jagung kukus; salad buah
Menu 2 : kentang rebus dengan kulitnya; daging bistik; tumis buncis, wortel dan jagung; sop buah
Menu 3 : oatmeal; daging panggang; kacang merah; dadar telur campur bayam merah panggang; buah pisang dan apel
Menu 4 : nasi merah; ayam rebus; tahu dan tempe bacem; sayur bening isi oyong wortel, kol, jagung, tomat; buah semangka
Menu 5 : roti gandum isi daging, telur, selada, wortel, dan timun; salad buah dengan Greek yogurt
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat