Suara.com - Memangkas karbohidrat dalam asupan makanan sehari-hari selalu dinilai sebagai cara paling efektif untuk menurunkan berat badan.
Namun, penelitian baru yang diterbitkan Journal of American College of Nutrition mengklaim kunci utama menurunkan berat badan sebenarnya terletak pada pola makan nabati atau diet vegetarian.
Para peneliti mengklaim, pelaku diet vegetarian tidak hanya bisa menurunkan berat badan lebih mudah tapi juga meningkatkan metabolisme karena mereka tak mengonsumsi daging.
Dalam penelitian ini, para peneliti melihat sekelompok penderita diabetes tipe 2 yang diet vegetarian, mereka hanya memakan biji-bijian, buah-buahan dan kacang-kacangan.
Para peneliti mengklaim, mereka menemukan diet tersebut dua kali lebih efektif daripada mereka yang mengonsumsi daging.
Pelaku diet vegan baru kehilangan rata-rata 14 pound, sementara mereka yang makan daging hanya kehilangan rata-rata 7 pound.
Selain menurunkan berat badan, diet nabati mereka juga membantu mengurangi lemak otot yang pada gilirannya dapat meningkatkan metabolisme tubuh.
"Temuan ini penting bagi orang-orang yang mencoba menurunkan berat badan, termasuk mereka yang menderita sindrom metabolik atau diabetes tipe 2," kata Dr Kahleova.
Selain itu, lanjut dia, penelitian ini juga relevan bagi siapa saja yang ingin menurunkan berat badan dengan serius dan ingin tetap kurus juga sehat.
Jadi jika Anda sedang mencoba mengurangi atau memertahankan berat badan yang sehat, mungkin bukan ide yang buruk untuk mencoba satu hari tanpa daging dalam sepekan. (Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut