Suara.com - Untuk mengatasi darah beku, pasien stroke harus mengonsumsi obat pengencer darah. Namun, tindakan pengobatan ini bukan tanpa risiko, karena dapat menyebabkan pendarahan.
Lewat metode penanganan stroke yang dapat membuat pasien tak perlu ketergantungan obat pengencer darah, yakni dengan alat Left Atrial Appendage (LAA Occluder Implant).
Disampaikan dokter spesialis jantung pembuluh darah RSCM, Teguh Santoso, metode penanganan terkini stroke ini dapat menurunkan risiko stroke pada pasien fibrilasi atrial. Kondisi ini merujuk pada kelainan irama jantung yang menjadi tidak teratur.
LAA Occluder Implant, kata dr Teguh, berfungsi menutup area jantung bernama Left Atrial Appendage untuk mencegah bekuan darah masuk ke pembuluh darah yang berisiko stroke.
"Kalau bagian LAA ditutup, maka risiko stroke bisa sangat rendah meski enggak 100 persen. Tapi alat ini ideal sekali untuk menurunkan risiko stroke pada pasien fibrilasi atrium," ujar Teguh di RS Cipto Mangunkusumo, Jumat (7/7/2017).
Dalam jangka waktu 1,5 bulan setelah pemasangan alat tersebut, sambungnya, akan menyatu dengan kantung jantung secara keseluruhan. Pada gilirannya, pasien AF bisa menghentikan konsumsi obat pengencer darah (walfarin).
"LAA ini alternatif lain agar tidak mengonsumsi obat pengencer darah yang memiliki efek samping pendarahan," tandasnya.
Prosedur implan ini dilakukan dalam satu kali tindakan dengan lama tindakan satu sampai dua jam. Setelah tindakan, dokter akan melakukan observasi terhadap perkembangan pasien di rumah sakit selama 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens