Suara.com - Apakah kamu salah satu dari banyak orang yang menyukai makaroni dan keju? Jika demikian, kamu mungkin harus berpikir ulang.
Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya konsentrasi tinggi kandungan bahan kimia berbahaya yang dikenal sebagai phthalate dalam bubuk makaroni dan keju.
Dalam studi kecil tersebut, para periset menganalisis 30 produk keju berbeda apakah terdapat kandungan phthalate atau tidak. Phthalate merupakan sejenis plastik yang digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel dan sulit dipecahkan.
Analisis yang dilakukan oleh Coalition for Safer Food Processing & Packaging, sebuah kelompok di belakang KleanUpKraft.org dan kelompok advokasi kesehatan lingkungan, mengungkapkan adanya kadar phthalate empat kali lebih tinggi pada bubuk makaroni dan keju.
Hal tersebut ditemukan dalam 29 dari 30 produk yang diuji. Analisis juga menunjukkan bahwa keju alami memiliki kadar kimia terendah, sedangkan produk keju olahan memiliki kadar kimia tertinggi.
Phthalate dapat ditemukan pada sejumlah peralatan rumah tangga dan produk perawatan pribadi seperti sabun, semprotan rambut, cat kuku, jas hujan, deterjen dan lantai. Bahan kimia ini tidak dimaksudkan untuk dicampur dengan makanan.
Namun, biasanya, phthalate berhasil masuk ke dalam tubuh melalui benda-benda seperti pembersihan tubuh, kosmetik dan produk perawatan pribadi lainnya. Beberapa phthalate juga telah dilarang digunakan pada mainan dan produk anak-anak.
Bahan kimia ini diyakini dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan ibu hamil dan anak-anak. The Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan bahwa efek kesehatan manusia dari paparan kadar rendah bahan kimia tersebut masih belum tidak diketahui meski beberapa phthalate telah mengubah sistem reproduksi hewan ternak. Dikatakan juga, penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai bagaimana phthalates dapat memengaruhi kesehatan manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat