Suara.com - Kebiasaan minum sehat pada anak harus dimulai sejak usia dini, menurut Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Budi Wiweko, dapat membantu anak terhindar dari gangguan kesehatan jangka panjang. Seperti gangguan ginjal angkut, kencing manis, darah tinggi, hingga infeksi saluran kemih.
Karena itu, sambungnya, pemenuhan kebutuhan cairan 1,5 liter per hari sangat penting bagi anak-anak. Apalagi, cairan tersebut tidak hanya digunakan untuk mengganti air yang keluar melalui pernapasan, keringat dan urine, tapi juga diperlukan untuk pertumbuhan mereka.
"Umumnya memang 1,5 liter per hari, tapi disesuaikan lagi dengan aktivitas dan usianya. Misalnya usia pra sekolah empat sampai enam tahun, membutuhkan 1,2 liter air per hari atau lima sampai enam gelas," jelas dia dalam acara Aqua Membangun Kebiasaan Sehat Sejak Usia Dini di Jakarta, Senin (24/7/2017).
Sementara itu, bagi mereka yang berusia tujuh sampai sembilan tahun membutuhkan 1,5 liter air per hari atau setara enam sampai tujuh gelas per hari. Lebih lanjut, dr. Iko menjelaskan, untuk anak-anak yanh aktif berkegiatan perlu dibiasakan minum dua sampai tiga gelas air mineral di luar rumah.
Hal ini, kata dia, dapat mengurangi kemungkinan dehidrasi dan menstabilkan suhu tubuh mereka, mengingat suhu tubuh anak-anak lebih cepat meningkat orang dewasa karena rasio perbandingan permukaan tubuh anak dengan berat badannya lebih besar.
Selain itu, lanjut dia, pemenuhan asupan cairan juga dapat dilihat dari kondisi mereka, misalnya saat mereka berolahraga, saat cuaca panas ataupun sangat dingin.
"Bisa dilihat lagi dari kondisi khusus, misalnya saat demam, mereka tentu harus minum air lebih banyak," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala