Suara.com - Zainudin (44) bersuara seperti robot, sesekali napasnya terseol-seol saat mengucapkan kata demi kata. Bantuan alat pengeras suara pun tak mampu membuat suaranya terdengar nyaring dan menggelegar.
Zainudin merupakan korban dari paparan asap rokok. Pita suaranya harus diangkat karena terkena kanker. Padahal dirinya bukanlah perokok aktif. Dia mengaku sama sekali tak pernah menghisap benda yang mengandung sekitar 4000 racun di dalamnya.
"Tapi memang keluarga saya perokok berat. Kakek saya, bapak saya itu perokok," kata Zainudin pada dialog publik di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Lelaki asal Bogor ini tak menyangka bahwa menjadi perokok pasif juga berisiko terkena dampak dari pembakaran asap rokok. Pada tahun 1996 lalu dia divonis dokter mengidap kanker pita suara. Padahal usianya dulu baru menginjak 23 tahun.
"Lalu setahun kemudian saya harus menjalani operasi pengangkatan pita suara serta jakun dan seluruh organ di leher," ujarnya.
Lubang kecil di leher Zainudin menjadi penanda begitu mematikannya rokok meski kita tak sama sekali menghisapnya. Hidungnya pun sudah tak lagi berfungsi. Sebab keluar masuk udara kini harus melalui lubang di lehernya.
"Dokter waktu itu bertanya merokok tidak. Saya jawab tidak. Tapi setelah ditelusuri memang di kampung saya itu perokok semua rata-rata. Kalau ikut organisasi kepemudaan rapat yang lain sambil merokok jadi memang paparan rokok cukup berat menghampiri saya ketika kecil dan remaja," lanjut Zainudin.
Kini Zainudin aktif menyuarakan hak perokok pasif. Ia bersama korban rokok lainnya dalam Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia tak lelah mengampenyakan bahaya merokok kepada masyarakat.
Baca Juga: Polri Memburu Pengunggah Video Pembakaran Sadis Zoya
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya