Suara.com - Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung, maka sebaiknya batasi pola konsumsi setiap hari. Salah satunya adalah menghindari konsumsi minuman kopi, cokelat dan teh karena dapat memicu jantung berdebar lebih cepat.
"Ada yang berpendapat kalau kopi, teh, cokelat bukan pantangan pasien jantung. Tapi saya menemui di lapangan fakta sebaliknya. Itu sebabnya, saya anjurkan pasien untuk hindari konsumsi kopi, teh dan cokelat," ujar Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K) dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada temu media, Jumat (12/8/2017).
Selain ketiga jenis minuman tersebut, dia juga memperingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan tinggi garam untuk mencegah terjadinya hipertensi.
"Hindari makan yang banyak garam sehingga hipertensi. Hindari pula konsumsi makanan dan minuman yang menstimulasi jantung karena dapat membuat debaran jantung lebih cepat," tambah dia.
Jantung yang berdebar lebih cepat, kata Prof Yoga, dapat merujuk pada kondisi gangguan irama jantung. Penyebabnya pun bermacam-macam, seperti pengeluaran impuls berlebihan, korslet sistem listrik jantung, hingga aktivitas yang memicu terjadinya gangguan jantung.
Oleh karena itu, Prof Yoga mengimbau pada masyarakat yang mengalami jantung berdebar secara mendadak dengan durasi yang panjang harus segera memeriksakan diri ke dokter.
"Apabila merasa jantung berdebar yang memanjang maka jangan dianggap enteng. Segera periksa ke dokter, terutama jika terjadi pada orang lanjut usia di atas 60 tahun," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh