Suara.com - Penyanyi Andien mendapat kritikan dari netizen karena menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) terhadap buah hatinya, Anaku Askara Biru (Kawa).
Baby-Led Weaning (BLW) merupakan salah satu metode pengenalan makanan padat pendamping ASI oleh Ibunda. BLW memfasilitasi perkembangan kontrol motorik pada anak dan menjadikan kegiatan makan sebagai pengalaman interaktif positif bagi balita.
BLW dilakukan dengan cara memberi makanan padat pada sang bayi dan mengajarkan mereka untuk makan sendiri sejak dini. Berbeda dengan traditional spoon feeding alias disuapi, pada metode ini makanan yang diberikan setengah padat atau berbentuk bubur atau sudah dicacah. Yang perlu diingat, baik BLW maupun spoon feeding tidak serta merta membuat Ibunda menghentikan pemberian ASI.
Melihat istri Irfan Wahyudi itu menerapkan metode tersebut, salah seorang netizen mengkritiknya. Selain metode itu dinilai salah, dia juga memastikan Andien diolok dokter karena menerapkan metode yang masih baru di Indonesia tersebut.
"Mau ngajarin anak BLW tujuannya buat apa? Toh suatu saat dia aka makan sndiri juga kok..cara parenting salah bgini ya tanggungannya seumur hidup. Obstruksi usus dll, go to pediatrics, they spent years in medical school and now society prefer a singer the god of parenting as a role model..ig mbak andien ini jd joke dokter2 di twitter lg pdhl," ungkap salah seorang netizen.
Menanggapi kritikan yang menghampirinya karena memakai metode BLW, Andien pun menjelaskan dirinya sudah melakukan observasi terlebih dahulu.
"If you read each of my posts about BLW, you'll know that I did go to pediatric to learn and took a course about BLW (you can go there too if you want). I did a research. I dont care about them making joke, I hope they are happy with it. Selebihnya, ini kehidupan saya, dan kamu nggak punya hak untuk menghakimi salah atau tidaknya. Setiap keputusan dari setiap orangtua dan anak adalah baik. Saya juga doakan yang terbaik untuk kamu, semoga selalu dirahmati oleh Tuhan. God bless you," jawab Andien.
"@andienaisyah well, kalo kawa seumuran 7 bulanan harusnya makannya masih disaring, bukannya bulet2 begini..di kedokteran ada yg namanya tekanan obstruksi yang membuat usus melipat ke dalam and the only way to solve the prob is by surgery..kasian aja sih ngeliat kawanya..and the sad things is that people think this is such a cool way to feed their baby. Idk who ur pediatrician is, but this is simply wrong..i don't care about your life, and who am i to judge a famous life style role model like you, but it's all about how many people out there would get affected by watching this 60 seconds video without knowing how bad this method is. U should probably go to other pediatricians," imbuh netizen tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Selesai Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara