Suara.com - Seorang perempuan asal Texas yang sedang berlibur bersama suaminya di Mississippi meninggal Kamis pekan lalu, usai menyantap tiram mentah yang terkontaminasi.
Jane White Cunningham, perempuan yang mengidap leukemia sejak 2016 itu harus mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh sebagai respon dalam melawan infeksi yang disebabkan tiram mentah tersebut.
"Ada banyak pembengkakan di bagian tubuhnya dan rasa sakit yang luar biasa," ujar David Cunningham, sang suami dalam unggahannya di Facebook pada 8 Agustus 2017, dilansir Foxnews.
Jane bahkan harus merelakan kedua kaki dan lengan kirinya diamputasi untuk menyelamatkan hidupnya, karena infeksi menyebar begitu cepat.
Sebelum meninggal, ia dirawat di Rumah Sakit Gulfort Mississippi. Menurut dokter yang menangani, bakteri Vibrio yang ditemukan pada tiram mentah menjadi penyebab infeksi yang diderita Jane.
Menurut Departemen Pencegahan Penyakit di Amerika serikat (CDC), bakteri Vibrio, memang biasa ditemukan dalam makanan laut mentah dan sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bahkan data menyebut bahwa bakteri ini telah menyebabkan sekitar 80.000 kasus penyakit dan 100 kematian di Amerika setiap tahunnya.
Mayoritas infeksi menyerang antara bulan Mei dan Oktober, ketika suhu air laut biasanya lebih hangat. CDC menyarankan agar warganya tidak mengonsumsi kerang mentah atau setengah matang untuk menghindari infeksi Vibrio yang dapat menyebabkan kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026