Suara.com - Pernahkah perut Anda keroncongan hingga berbunyi sampai terdengar oleh meja sebelah, meskipun Anda sudah sarapan sebelumnya? Suka atau tidak, kita pernah menjadi korban nafsu makan membludak tanpa alasan. Kondisi ini tak jarang menyebabkan Anda menyerah pada perangkap junkfood terlalu cepat — dan, tentu saja, kenaikan berat badan.
Namun, tahukah Anda bahwa memilih makanan yang tepat dan mengenyangkan, bisa mencegah Anda lapar terus menerus? Makanan tinggi serat dan protein membantu Anda kenyang lebih lama
Coba salah satu dari makan super mengenyangkan ini agar dapat menjaga nafsu makan Anda tetap terkendali. Berikut ulasannya dikutip Hello Sehat.
1. Kedelai
Penelitian medis terbaru menemukan bahwa protein kedelai bisa membuat kita merasa kenyang lebih lama karena kandungan serat dan proteinnya yang tinggi. Konsumsi kedelai juga bisa mencegah Anda ngemil makanan tak sehat di sela-sela waktu makan, juga mencegah Anda merasa lapar larut malam.
Tak hanya itu, protein kedelai juga rendah lemak, rendah karbohidrat, dan memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak akan menyebabkan kenaikan gula darah yang cepat setelah makan. Ini mencegah sekresi insulin berlebihan. Kadar gula darah dan insulin yang stabil akan mengurangi rasa lapar Anda, dan mengurangi jumlah kalori yang disimpan sebagai lemak di tubuh.
2. Apel
Setiap apel berukuran sedang memiliki 4,4 gram serat. Kunyah sebuah apel segar sekitar setengah jam sebelum makan — serat dan air dalam kandungan apel akan mengisi perut Anda sehingga jatah porsi makan siang Anda akan lebih sedikit.
3. Alpukat
Makan setengah alpukat saat makan siang membantu Anda merasa kenyang lebih lama hingga menjelang petang, menurut sebuah penelitian terbitan Nutrition Journal, dikutip dari Health.com.
Alpukat tidak hanya mengandung dosis tinggi dari lemak tak jenuh tunggal, tetapi juga diperkaya oleh seporsi besar serat yang baik untuk tubuh. Satu buah alpukat berukuran sedang memiliki 13,5 gram nutrisi mengenyangkan.
Hanya ingat, meskipun alpukat bergizi tinggi, buah hijau creamy ini juga mengandung kalori yang tidak main-main jumlahnya (sekitar 140 kalori per buah ukuran sedang) — camil hanya setengah buah saja setiap kalinya.
4. Salmon
Salmon merupakan pilihan lauk tinggi protein yang sering dinomor sekiankan. Padahal, salmon adalah sumber omega-3 yang baik, sebagai sarana menurunkan berat badan dengan meningkatkan sensitivitas glukosa, mengurangi resistensi insulin, mengurangi peradangan, dan mempercepat proses oksidasi lemak.
Tingkatkan manfaat kesehatan dari salmon menjadi dua kali lipat dengan mengombinasikan ikan air tawar ini dengan sayuran panggang/tumis sebagai lauk pendampingnya, seperti artichoke, bayam, atau brokoli, yang kesemuanya memberikan Anda setidaknya 5 gram serat per porsi.
5. Telur
Sebuah studi terbaru dari Biomedical Research Center di Baton Rouge, LA, menemukan bahwa orang yang makan telur saat sarapan memiliki tingkat ghrelin (hormon nafsu makan yang memerintahkan otak untuk makan) yang lebih rendah, dan tingkat PPY (hormon yang bikin kenyang) yang lebih tinggi.
Telur adalah kombinasi yang tepat dan sehat dari protein dan lemak, jadi mereka akan lebih mengenyangkan daripada makanan sarapan lainnya. Dan, jangan khawatir pula tentang kandungan kolesterol dari telur. Terlepas dari kuning telur yang tinggi kadar kolesterolnya, telur bukanlah tersangka utama dalam meningkatkan kolesterol darah. Jika Anda masih khawatir, coba putih telur cair — yang juga mengandung protein dan dapat menunda lapar.
6. Sayuran non-pati
Sayuran yang berserat tinggi dan kaya kandungan air, seperti mentimun, bayam, brokoli, wortel, zucchini, seledri, kubis, kale, dan brussel sprouts sangat rendah kalori namun tinggi kandungan antioksidan.
Brokoli dan brussel sprouts, bagian dari keluarga sayuran cruciferous, dikemas penuh nutrisi dan memiliki properti anti-kanker. Secangkir brokoli rebus memiliki 5,1 gram serat, sementara brussel sprout mengandung 4,1 gram serat. Serat menambahkan massa untuk makanan Anda, yang memberi Anda kepuasan untuk terus mengunyah, ditambah perasaan perut kenyang lebih lama.
Jika Anda bukan tipe orang yang suka lalapan sayuran mentah, masukkan sayur-sayuran ini ke dalam sandwich, sup, atau omelet Anda.
7. Sup kaldu bening
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi memuaskan antara cairan dan zat padat dari sup kaldu hangat dapat menekan nafsu makan Anda — kaya akan serat dari sayuran dan protein non-lemak dari kaldu daging (ayam/daging merah/seafood), dan cairan hangat memakan banyak ruang di perut Anda — dengan lebih sedikit asupan kalori.
Menurut penelitian terbaru dari Pennsylvania State University, perempuan yang mengonsumsi semangkuk porsi nasi dan sup ayam hangat rendah kalori sebagai sarapan pagi makan 100 kalori lebih sedikit saat makan siang daripada wanita yang memulai hari dengan nasi dan sepotong ayam panggang.
Tertarik untuk coba sup ayam sebagai menu sarapan? Boleh saja, asal pastikan Anda pilih sup kaldu bening, bukan jenis krim kental yang bisa menjadi sumber lemak dan kalori tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya