Suara.com - Seorang ibu muda bernama Chloe Walters (21) mengunggah foto putrinya di Facebook beberapa menit setelah persalinan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Gastroschisis, kondisi cacat lahir pada dinding perut.
Ya, si kecil Ava Rose Nightingale lahir dengan kondisi langka dimana ususnya tumbuh di luar tubuh, karena dinding perutnya tidak terbentuk dengan sempurna sebelum kelahiran.
Sebenarnya diagnosis gastroschisis sudah diketahui Chloe sejak usia kehamilan memasuki 16 minggu. Ia bercerita bahwa dokter menunjukkan banyak lingkaran di sekujur tubuh janinnya melalui pemeriksaan USG.
"Saya sangat senang bertemu dengannya tapi ketika mereka mengatakan kepada saya bahwa hal itu mungkin menjadi masalah, hal itu sangat menakutkan," ujar Chloe dilansir Zeenews.
Saat proses persalinan, dokter kesulitan untuk mengeluarkan bayi Chloe. Namun setelah menjalani prosedur bedah selama tiga jam, Ava Rose berhasil lahir ke dunia. Bayi mungil itu lalu diberi oksigen dan rambutnya dicukur sehingga dia bisa diberi makan secara intravena melalui kepala.
Gastroschisis sendiri terjadi saat perut anak tidak berkembang sepenuhnya saat berada di dalam rahim. Hal ini menyebabkan usus berkembang di luar tubuh yang dibungkus oleh plasenta.
Karena berada di luar tubuh, ada kemungkinan usus bayi terinfeksi virus maupun bakteri. Hingga kini penyebab pasti kondisi ini belum diketahui, namun kelainan genetik bisa menjadi pemicu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya