Suara.com - Dexter Cahill, bocah berjenis kelamin laki-laki berusia tiga tahun ini tidak pernah menangis. Hal itu terjadi karena ternyata, ia tidak bisa merasakan rasa sakit meski pernah beberapa kali mengalami patah tulang pada bagian tubuhnya.
Meski terdengar seperti anak sempurna, tapi kenyataan hidup Dexter, serta kedua orangtuanya Lindsay dan Tom penuh dengan bahaya akibat Dexter tidak pernah merasakan sakit yang terjadi, karena kelainan genetik langka.
Dexter, yang sebentar lagi akan berusia empat tahun terhitung sudah mengalami beberapa patah tulang termasuk pada jempol, patah tangan dan patah tulang kaki. Tapi seringkali orangtuanya tidak tahu bagaimana kejadiannya. Seperti pada awal tahun ini saat sesi menari di sekolah, gurunya memainkan lagu tentang alfabet.
Ketika sampai pada huruf D, Dexter melompat-lompat dengan sangat antusias sampai dia tidak bisa terbangun lagi. Saat itu tidak ada air mata atau jeritan kesakitan tapi ternyata dia telah mematahkan tulang keringnya.
Dilansir Daily Mail, para ilmuwan mengatakan kemungkinan apa yang terjadi pada Dexter adalah sesuatu hal yang disebut hereditary sensory autonomic neuropathy tipe empat. Di mana hanya ada satu dari 125 juta populasi di dunia, karena kedua orangtuanya membawa gen yang unik.
Lindsay (34) dan suaminya Tom (35) yang seorang insinyur, pertama kali melihat hal aneh pada Dexter saat usianya masih empat bulan dan dia mulai tumbuh gigi. Dexter kecil kerap menggigit lidahnya sampai mulutnya terlihat berdarah.
Sejak saat itu ia telah mengalami luka kecil, goresan dan memar yang tak terhitung jumlahnya. Sebagai seorang yang masih balita, Dexter hanya akan menatap orangtuanya dalam kebingungan saat mereka sibuk memikirkan kondisi ketika Dexter terjatuh.
Pasangan tersebut bahkan terpaksa pindah dari rumah mereka di Bristol karena memiliki celah yang berpotensi berbahaya dan tinggal di area bergaya open-plan modern.
Musim panas lalu, Dexter yang tengah bersenang-senang di kolam renang mencelupkan kakinya ke dalam air dan mengatakan betapa dinginnya air tersebut. Baru saat itulah orangtuanya menyadari bahwa Dexter sedang duduk di air yang sangat dingin sehingga ia bisa saja mengalami hipotermia.
Butuh waktu hingga 18 bulan untuk mendapatkan hasil tes dan diagnosa kondisi Dexter. "Orang mengira Dexter adalah seorang superhero. Tapi dia rapuh. Dia mungkin menderita radang usus buntu suatu hari nanti dan tidak akan mengetahuinya, karena tidak akan ada rasa sakit," ucap Lindsay.
Ia berharap, ketika Dexter dewasa akan bisa membela dirinya sendiri, tapi juga mengakui akan banyak luka di sepanjang perjalanan hidupnya. "Dia harus belajar untuk tidak menyakiti dirinya sendiri, meski menyakiti dirinya sendiri tidak ada salahnya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!