Suara.com - Upaya penyediaan layanan sanitasi dan air minum layak bagi penduduk Indonesia terus ditingkatkan dalam 10 tahun terakhir. Usaha tersebut tidak lepas dari kerja bersama pelaku pembangunan di tingkat pusat, daerah, tokoh masyarakat, hingga perusahaan swasta.
Pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional 2017 (KSAN), Selasa 7 November 2017, salah satu perusahaan nasional Danone Indonesia ikut mendeklarasikan komitmen mereka lewat program Wash@Worksplace.
"Jadi sebenarnya ini sudah dilakukan sejak September 2017 kemarin. Kami dari Danone Indonesia mendaftarkan diri pada komitmen ini, bahwa kami akan memberikan akses bersih, sanitasi yang baik untuk pekerja unit-unit perusahaan seperti Danone Aqua, Nutricia, dan Sarihusada," kata VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto di Hotel Le Meredien Jakarta, Selasa 7 November 2017.
Lewat komitmen Wash@Workplace, Danone Indonesia memiliki visi menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif, meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan kerja, memenuhi hak dasar karyawan, hingga meningkatkan nilai brand perusahaan.
"Kami tentunya ingin menjadi yang terdepan dalam capaian. Bila dilakukan oleh seluruh perusahaan yang lain, itu akan menjadi role model untuk kehidupan di lingkungan sekitarnya," ungkap Vera.
Sebelum mendeklarasikan komitmen tersebut, Danone Indonesia mengaku telah melakukan penilaian mandiri atas kesediaan akses air, sanitasi, dan kebersihan di dua lokasi kerja yaitu pabrik Aqua di Ciherang serta kantor pusat Danone Indonesia di sebuah gedung bertingkat di kawasan Jakarta Selatan.
"Sebelumnya, kami melakukan periksaan standar pada gedung yang diharapkan apakah perlu ada perbaikan dan mana tau, mereka (pihak gedung) akan melakukan hal yang sama dengan tenan lain," jelasnya.
Hal yang menjadi perhatian lewat komitmen ini adalah sumber air minum yang dikonsumsi pekerja, sumber air yang dipakai, sistem sanitasi, jumlah dan desain toilet, hingga edukasi cara hidup sehat pada pekerja.
"Diharapkan karyawan (Danone Indonesia) yang berjumlah 12 ribu ini bisa menjadi duta di lingkungannya masing-masing," tandasnya.
Baca Juga: Gandeng Eko Nugroho, Aqua Reflections Sasar Kelas Premium
Tag
Berita Terkait
-
Wow, Pemain Muda Garuda U-12 Jadi "Top Scorer" di Amerika Serikat
-
Kasus Tutup Botol Tak Sesuai Standar, Aqua Siap Beri Pernyataan
-
Heboh Video Tutup Botol Tak Sesuai Standar, Ini Kata Aqua
-
Dugaan Monopoli Aqua, KPPU Hadirkan Saksi Pedagang yang dirugikan
-
Tim Garuda Muda Raih Peringkat 7 Dunia di Brasil
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026