Suara.com - Berdasarkan hasil riset yang dilakukan di 13 negara menemukan bahwa satu dari empat anak Indonesia masih kurang minum, bahkan riset yang dipublikasikan oleh European Journal of Nutrition itu juga menyebutkan 30 persen air yang dikonsumsi anak-anak bukanlah air mineral.
Kondisi inilah yang menyebabkan bayi dan anak-anak Indonesia rentan mengalami kekurangan cairan dalam tubuh. Bukan hanya anak-anak, data juga menunjukkan bahwa sebanyak 40 persen orang dewasa dan 36 persen remaja Indonesia belum memenuhi asupan hidrasi yang cukup.
Namun bukan hanya kurang minum, orang Indonesia juga dianggap belum menyadari pentingnya mengetahui jenis air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Padahal ini sangat penting, karena pada dasarnya air minum yang kurang higienis dapat menjadi sumber beragam penyakit.
Beranjak dari fakta itulah Danone bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat membuat program pelatihan bernama "Ibu Sehat, Keluarga Sehat."
Lewat program tersebut, Danone dan TP-PKK Pusat berusaha memberdayakan para ibu Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan dan lebih tanggap terhadap keperluan keluarga terutama dalam masalah konsumsi air mineral yang penting bagi tubuh.
"Banyak dari kita yang belum menyadari pentingnya peran ibu dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan keluarga maupun lingkungannya. Dengan adanya kolaborasi strategis bersama Danone, kami semakin optimis untuk dapat membantu keluarga Indonesia menjadi semakin sehat," kata Ketua Umum TP-PKK, dr Emi Guntarti Tjahjo Kumolo di hadapan pewarta di Jakarta, Senin, (29/1/2018).
Pelatihan "Ibu Sehat, Keluarga Sehat" ini rencananya akan diadakan secara bertahap di 34 propinsi selama tiga tahun berturut-turut hingga 2020.
Nantinya, para kader perwakilan masing-masing propinsi akan mengikuti pembekalan khusus yang diharapkan dapat menjadi kader di tingkat Lembaga Pendidikan Usia Dini atau PAUD dan Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu di daerah masing-masing.
"Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, Danone dan PKK tidak hanya dapat membantu menciptakan Indonesia sehat, sesuai dengan program kerja Departemen Kesehatan Republik Indonesia, namun juga memberikan kontribusi langsung dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) 2030," jelas Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Ukraina.
Dengan upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia betapa pentingnya minum air yang cukup, karena bila kurang minum bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien