Suara.com - Para ilmuwan baru-baru ini telah menemukan alasan kecoak bisa hidup di kondisi kotor dan apa yang membuat mereka begitu sulit dibunuh.
Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Institute of Plant Physiology and Ecology di Shanghai menemukan DNA kecoak berbeda dengan hewan lainnya.
Shui Zhan peneliti utama mengatakan, setelah mempelajari DNA kecoak, Ia menemukan bahwa hewan berwarna cokelat tersebut memiliki gen yang memungkinkan mereka merasakan bau makanan, terutama yang difermentasi.
"Kecoak juga memiliki gen untuk memerangi infeksi, yang membuat mereka tahan terhadap lingkungan kotor dan memungkinkan mereka untuk menumbuhkan kembali kaki yang patah," ungkap Shui Zhan.
Peneliti percaya bahwa dengan mengidentifikasi gen hewan, mereka dapat mengetahui cara mengendalikannya dengan baik di masa depan.
Pada tahun lalu, penelitian menemukan bahwa kecoak betina tidak membutuhkan pasangan jantan karena mereka dapat bereproduksi selama bertahun-tahun tanpa kawin. Tim peneliti di Hokkaido University Jepang mulai memantau spesies tersebut untuk mencari tahu mengapa mereka begitu tangguh.
Dan selama masa pengamatan, mereka menemukan bahwa hanya 14 kecoak betina yang dapat bertahan selama empat generasi. Kecoak betina memang biasanya lebih besar dibandingkan kecoak jantan dan lebih mampu beradaptasi di lingkungan yang keras.
Berita Terkait
-
5 Fakta Unik Partai Kecoak di India yang Viral, Sampai Salip Followers Partai Penguasa
-
Nestapa Gregor Samsa Si Manusia Kecoa dalam Metamorfosis Franz Kafka
-
Cara Beli Acne Patch Bentuk Kecoa yang Viral, Apa Manfaatnya?
-
Ngeri! Kecoak Hidup Ditemukan di Usus Pria Ini Setelah Makan di Pasar Malam
-
Mengapa Kecoa Sering Terbang ke Arah Manusia? Ini Alasannya
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia