Suara.com - Terapi spa ikan atau fish foot spa yang marak dan populer, hampir di seluruh dunia seringkali diklaim memiliki beragam manfaat kesehatan, tapi para dokter memperingatkan tentang potensi risiko kesehatannya.
Terapi yang memanfaatkan gigitan-gigitan ikan kecil ini, menurut Badan Perlindungan Kesehatan Pemerintah Inggris dilansir Times of India, dapat menyebarkan infeksi seperti HIV dan hepatitis.
Menurut lembaga tersebut, orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang rendah atau menderita diabetes seharusnya tidak ambil bagian dalam terapi ini.
Kolam ikan di mana terapi dilakukan mengandung mikro-organisme dari mana bakteri dapat ditularkan. Bakteri juga dapat ditularkan dari air, jika air yang sama digunakan untuk lebih dari satu pelanggan.
Jika seseorang yang terinfeksi HIV atau Hepatitis (virus yang ditularkan melalui darah) mengeluarkan darah di air, lalu air yang sama digunakan untuk orang lain, dapat menyebarkan infeksi. Karenanya, pemerintah terus menyebarkan kesadaran tentang potensi risikonya.
Meski begitu, risiko penularan HIV dan hepatitis melalui terapi ikan sangat rendah, karena tiga alasan. Pertama, ikan itu sendiri tidak dapat terinfeksi virus HIV dan dengan demikian, tidak bisa menjadi pembawa.
Kedua, seorang yang terinfeksi HIV atau hepatitis biasanya berasal dari luka terbuka di dalam air yang mengarah pada kontaminasi air untuk menularkannya pada orang lain. Ketiga, konsentrasi virus berkurang karena air semakin lama akan berkurang.
Terapi ini dimulai di Asia, tapi sudah dilarang di beberapa negara bagian AS seperti Texas, Florida, Washington, dan New Hampshire. Larangan itu diberlakukan, karena takut infeksi semakin menyebar.
Idealnya, peralatan harus disterilkan, tetapi sterilisasi tidak mungkin dilakukan secara maksimal, karena proses tersebut dapat membahayakan ikan dalam kolam.
Baca Juga: Menag Lukman: Sukmawati Sebaiknya Minta Maaf
Untuk mengurangi risiko infeksi, Anda yang masih ingin melakukan perawatan ini, sebaiknya harus memeriksakan kondisi kesehatan agar tidak membahayakan orang lain.
Selain itu, sebaiknya kaki diperiksa terlebih dahulu secara menyeluruh apakah ada luka terbuka yang bisa membahayakan. Tak hanya itu, air juga harus diganti untuk setiap orang yang melakukan terapi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat