Suara.com - Para ahli mengemukakan bahwa tidur telentang paling sehat. Pasalnya posisi ini memungkinkan kepala, leher dan tulang belakang Anda mempertahankan posisi netral dan tidak membebaninya.
Meski demikian sebagian orang merasa bahwa posisi tidur telentang kurang nyaman dibandingkan posisi lainnya. Shelby Harris, seorang ahli pengobatan tidur dan seorang profesor di Albert Einstein College of Medicine, dilansir Indpendent.co.uk mengungkapkan cara untuk melatih diri tidur telentang.
Harris mengatakan ketika Anda siap untuk tidur, Anda harus meletakkan bantal di kedua sisi tubuh dan satu di bawah lutut Anda. Ini akan membantu Anda tetap pada posisi tersebut sepanjang malam lebih nyaman.
Posisi tidur paling sehat ini sangat penting untuk diketahui, karena tak sedkit orang bangun tidur dalam kondisi sedikit lelah meskipun telah tidur nyenyak selama delapan jam penuh. Hal ini bisa dipicu berbagai hal, termasuk konsumsi makanan yang tak sehat sebelum tidur hingga posisi tidur yang salah.
Penelitian juga menunjukkan bahwa posisi tidur di malam hari menentukan risiko Anda mengidap nyeri leher, gangguan pernapasan saat tidur hingga mimpi buruk
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak