Suara.com - Desainer fesyen, Kate Spade (55) ditemukan tewas bunuh diri di kamar apartemennya di New York, Amerika Serikat.
Dalam sebuah wawancara podcast bersama Guy Raz pada November 2017, Kate Spade mengaku sering merasa gugup dan terlalu cemas.
"Saya orang yang sangat gugup dan saya sangat khawatir. Andy (suami Kate) tidak lebih berbeda. Saya adalah tipe orang 'langit jatuh', dan Andy adalah tipe orang 'tidak apa-apa'.
Hal tersebut diakui oleh saudara kandung Kate Spade, Reta Saffo. Berbicara kepada surat kabar Kansas City Star, ia mengatakan bahwa kakaknya menderita depresi selama bertahun-tahun dan menolak mencari bantuan medis.
Ia bahkan mengatakan bahwa peristiwa tragis ini tidak terlalu mengherankan. "Saya akan mengatakan ini bukannya tidak terduga oleh saya. Dia (Kate) selalu menjadi gadis kecil yang sangat bersemangat dan saya merasa semua tekanan yang datang dari mereknya mungkin telah mengubah tombol di mana dia akhirnya menjadi manik depresif," tulis Saffo dalam sebuah email kepada surat kabar Kansas City Star dilansir news.com.au.
Ia sudah mencoba bantuan bagi saudarinya selama tiga atau empat tahun terakhir. "Saya hampir meyakinkannya untuk mendapatkan perawatan (ke tempat yang sama Catherine Zeta-Jones melakukan program pengobatan bipolar yang sukses). Saya berbicara dengan mereka di telepon dan mereka setuju untuk terbang dan berbicara dengannya (Kate) dan membawanya bersama mereka ke pusat perawatan," tulis Saffo lagi.
Kate Spade sudah siap untuk pergi, tapi tiba-tiba saja kembali mengalami ketakutan. "Saya bahkan mengatakan saya (akan) pergi bersamanya dan menjadi seorang 'pasien' juga, dia menyukai ide itu. Itu sepertinya membuatnya lebih nyaman, dan kami sudah hampir mengemasi tas, tetapi - pada akhirnya, 'citra' dari mereknya lebih penting. Dia benar-benar khawatir tentang apa yang akan dikatakan orang jika mereka tahu," cerita Saffo panjang lebar.
Pun pada 2017 saat Kate Spade mempromosikan usaha barunya, Frances Valentine, seorang wartawan televisi pernah bertanya adakah hal yang ingin dia lakukan sebelum dulu memulai bisnis.
"Ya, kurang khawatir. Saya benar-benar berharap saya tidak terlalu khawatir. Saya khawatir di seluruh perusahaan (Kate Spade Handbags) dan saya masih melakukannya," kata Kate saat diwawancara Build.
Saffo menduga kematian aktor Robin Williams pada 2014 lalu memainkan peran penting pada keputusan Kate untuk melakukan hal yang sama.
"Dia terus menontonnya (berita kematian Robin) dan menontonnya berulang-ulang. Saya pikir rencana itu sudah ada bahkan sejak itu," kata Saffo.
Suami sekaligus mitra bisnis Kate Spade, Andy Spade, juga memainkan peran kunci dalam melobi ikon mode tersebut untuk segera mendapatkan bantuan. Namun nyatanya itu tidak berhasil.
Kate bahkan pernah membuat permintaan aneh, tapi sederhana untuk suaminya, yaitu datang ke pemakaman Kate.
Kate Spade dan suaminya Andy telah bersama selama 30 tahun. Mereka meluncurkan bisnis fesyen dan aksesori pada 1993 dengan diawali menjual tas tangan sebelum akhirnya memperluas cakupan bisnis dengan menjual pakaian, perhiasan, alas tidur, pakaian jadi, dan wewangian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun