Suara.com - Pikir dua kali sebelum memutuskan untuk hidup melajang seumur hidup. Meski cenderung lebih bebas, melajang seumur hidup ternyata berefek buruk bagi kesehatan Anda.
Penelitian baru-baru ini yang dipublikasikan dalam jurnal Heart menyebutkan bahwa lajang berisiko lebih tinggi mengidap penyakit kardiovaskular dan stroke dibandingkan mereka yang menikah. Akibatnya, mereka yang hidup melajang memiliki risiko kematian yang lebih tinggi secara keseluruhan.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti menganalisis 34 penelitian sejenis yang melibatkan 2 juta responden. Menurut peneliti, orang yang hidup melajang cenderung tidak mendapat dukungan kesehatan dari pasangan mereka dibandingkan pasangan yang menikah.
Sementara itu, orang yang menikah juga cenderung lebih rendah risikonya mengidap stres karena pasangan mereka dapat memberi dukungan emosional yang lebih besar. Selain itu, jika Anda sakit, pasangan bisa mendeteksi lebih awal dan membawa Anda ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebaliknya, pada kasus pasangan bercerai, peneliti juga menemukan penurunan kondisi kesehatan yang dialami pasangan. Lelaki dan perempuan yang bercerai memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung koroner dan stroke.
Kepergian pasangan akibat perceraian sering meningkatkan risiko stres yang pada gilirannya dapat memperparah faktor risiko yang ada, seperti hipertensi, diabetes, dan ketidakteraturan detak jantung.
Mereka yang lajang juga kurang tanggap dalam mengobati masalah kesehatan yang ada, sementara orang yang sudah menikah bisa menjadi pengingat untuk pasangannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?