2. Meningkatkan fungsi otak
Ketika Anda berjalan mundur, tentu Anda akan mengalami kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan jalan maju, bukan? Anda dituntut untuk lebih fokus sekaligus bisa mengatur keseimbangan.
Nah, inilah mengapa jalan mundur sama artinya dengan melatih otak Anda untuk mengerjakan tugas-tugas yang sulit.
Berdasarkan hasil peneltian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Nevada di Las Vegas, diketahui bahwa tingkat konsentrasi yang diperlukan saat Anda berjalan mundur sama intensnya dengan konsetrasi yang diperlukan saat Anda sedang menghadapi bahaya.
Hal ini membuat para peneliti menarik kesimpulan jika jalan mundur dapat meningkatkan fungsi otak karena membuat Anda lebih fokus saat melakukannya.
Lalu, manfaat apalagi yang bisa didapat dari jalan mundur? Baca di halaman berikutnya.
3. Meningkatkan denyut jantung
Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa dengan kecepatan yang sama, jalan mundur dapat meningkatkan denyut jantung ketimbang jalan maju.
Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh para peneliti dari Texas dalam Journal of Orthopaedic and Sport Physical Therapy menyimpulkan bahwa jalan mundur dapat meningkatkan denyut jantung sebesar 17-20 persen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jalan mundur adalah metode latihan interval yang ideal untuk menambahkan intensitas latihan yang lebih tinggi ketika Anda melakukan aktivitas fisik jalan kaki.
Berikutnya, masih ada lagi satu manfaat lainnya dari jalan mundur, klik satu halaman lagi.
4. Manfaat lain
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Biomechanics juga menemukan bahwa jalan mundur dapat mengurangi nyeri lutut anterior jika dibandingkan dengan jalan maju ke depan.
Studi lain yang diterbitkan dalam International Journal of Sports Medicine menemukan bahwa kombinasi dari jalan mundur dan jalan maju dapat meningkatkan kebugaran jantung dan mengubah komposisi tubuh.
Meski tubuh Anda tidak terbiasa dengan jalan mundur, namun aktivitas satu ini menawarkan lebih banyak manfaat bagi jantung, pembuluh darah, dan pembakaran kalori dalam waktu yang lebih singkat.
Nah, hal ini tentu akan membuat latihan Anda lebih efisien dan intens. Jadi bagaimana, sudah siap untuk mencobanya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh