Suara.com - Aktris asal Denmark, Brigitte Nielsen, baru saja melahirkan anak kelimanya yang diberi nama Frida, pada Juni 2018 lalu. Uniknya, saat itu Brigitte menginjak usia 54 tahun. Hal tersebut membuat dirinya melahirkan anak pada usia yang cukup tua.
Bukan tanpa tentangan, Brigitte bahkan harus membela keputusannya memiliki buah hati lagi dalam sebuah kesempatan wawancara bersama majalah People.
"Beberapa perempuan berpikir, 'ya Tuhan, saya terlalu tua,' tapi berapa banyak lelaki yang memiliki anak pertama mereka pada usia 60-an dan 70-an dan mereka tidak pernah merasa ragu? Saya sangat menghargai bahwa tidak semua orang menyukai ini, tetapi ini adalah hidup saya, dan suami saya dan kami memiliki hubungan yang solid," kata Brigitte.
Brigitte Nielsen telah menikah dengan Mattia Dessi, suaminya yang berusia 39 tahun pada 2006 lalu.
Brigitte kemudian memutuskan membekukan sel telurnya saat menginjak usia 40 tahun. Dokter memprediksi Brigitte mampu hamil dengan telurnya sendiri hanya sebesar 3 sampai 4 persen saja.
Setelah 14 tahun mencoba metode IVF atau fertilisasi in vitro (pembuahan in vitro), Brigitte berhasil hamil dan melahirkan seorang putri bernama Frida.
Frida sendiri merupakan anak pertama pernikahan Brigitte dengan Dessi, walau sebenarnya aktris asal Denmark tersebut telah memiliki empat putra lain dari pernikahan sebelumnya.
Kehamilan pada perempuan usia tua seperti Brigitte merupakan fenomena yang kini umum terjadi di negara maju.
Jumlah ibu usia tua tumbuh dengan tingkat konsepsi perempuan di atas 40 tahun berada diangka dua kali lipat lebih banyak sejak 1990.
Baca Juga: Perjuangan 5 Perempuan Lombok Melahirkan di Tenda Gempa
Di Inggris, Badan Pusat Statistik Nasional atau ONS, menunjukkan bahwa tingkat konsepsi sejak 2016 telah menurun di semua kelompok umur, kecuali pada kelompok usia 40 tahun ke atas yang meningkat hingga 2 persen.
Dr Janine Elson, seorang direktur medis klinik IVF terkemuka di Inggris, CARE Fertility Group, mengatakan bahwa banyak perempuan di atas usia 50 tahun yang kini ingin hamil dan memiliki anak.
Meski perempuan usia tua bisa memiliki anak yang sangat sehat, namun risiko kehamilan bermasalah tentu akan meningkat seiring bertambahnya usia.
"Kami akan melakukan skrining yang lebih intens terhadap perempuan di atas usia 50 tahun karena mereka berisiko lebih tinggi terkena diabetes dini, kolesterol tinggi dan kanker payudara dini," katanya.
Dan jika perempuan usia tua menggunakan telur mereka sendiri, risiko kelainan genetik akan meningkat seiring bertambahnya usia.
Di sisi lain, seorang peneliti senior dari London Women's Clinic dan University of Cambridge, Dr Zeynep Gurtin mengatakan bahwa dirinya setuju dengan pandangan Brigitte mengenai perempuan yang lebih mungkin dihakimi bila menyangkut keputusan memiliki anak di usia tua.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang