Suara.com - Di Indonesia pola makan empat sehat lima sempurna telah digantikan dengan konsep makan gizi seimbang lewat slogan Piring Makanku. Dalam konsep baru ini, masyarakat diimbau untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperempat dari porsi piring, separuh porsi sayuran dan buah serta seperempat porsi lauk yang mengandung protein dan lemak.
Kenyataannya, masih banyak masyarakat yang mengonsumsi asupan karbohidrat lebih besar dari porsi yang dianjurkan. Sementara protein dan sayur mayur hanya memperoleh porsi sedikit. Disampaikan Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi, masih banyak masyarakat yang salah kaprah tentang asupan protein.
"Biasanya masyarakat hanya mengonsumsi lauk sepotong daging kecil atau setengah butir telur atau tidak utuh padahal protein ini salah satu yang penting dalam diet harian kita," ujar Andam Dewi di sela-sela peresmian Kantor Baru Herbalife di Cibis Nine, Jakarta, Rabu (2/8/2018).
Ia menambahkan, menurut filosofi Herbalife Nutrition sendiri, asupan kalori untuk setiap porsi makanan setidaknya mengandung 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, 30 persen lemak serta 25 gram serat.
Mengonsumsi makanan tinggi protein, kata dia, dapat dapat membuat perut terasa lebih kenyang tanpa menyebabkan lonjakan gula darah dalam tubuh. Pada gilirannya, konsumsi protein yang cukup dapat menghindarkan Anda dari risiko obesitas.
"Pilih protein untuk sarapan di pagi hari karena membuat Anda lebih cepat kenyang sehingga tidak akan membuat Anda kelaparan di siang hari dan berlebihan dalam makan di waktu selanjutnya," tambah dia.
Hal ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah obesitas di Indonesia. Senior Vice President and Managing Director Herbalife Nutrition Asia Pacific, Stephen Conchie menyebut bahwa tingkat obesitas di Indonesia mencapai 27 persen dari total populasi. Angka ini, kata dia, turut berdampak pada biaya kesehatan yang dikeluarkan akibat penyakit yang dipicu oleh kondisi obesitas.
"Sesuai dengan tujuan perusahaan, kami terus berkomitmen membantu masyarakat untuk hidup lebih sehat dan Iebih bahagia melalui produk nutrisi kami, member independen Herbalife Nutrition yang penuh dedikasi serta pendekatan nutrisi kami yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang," ujar Conchie.
Di Indonesia, Andam menyebut bahwa pihaknya bekerjasama dengan pemerintah melalui program Cegah Risiko Tinggi untuk penyakit diabetes dan hipertensi. Keduanya merupakan kondisi akibat pola hidup yang tidak sehat yang salah satunya dipicu oleh obesitas.
Baca Juga: Makanan Tinggi Protein Tak Hanya untuk Binaragawan
"Buat member kita mengedukasi agar mengonsumsi nutrisi yang baik untuk memcegah penyakit tidak menular melalui gerakan masyarakat hidup sehat. Jadi, selain makan sehat kita tinggi protein dan serat kita juga harus olahraga rutin setiap hari. Semoga dengan lokasi kantor baru ini kami bisa memastikan layanan dan produk dapat diakses semua orang," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya