Suara.com - Memiliki segudang aktivitas dapat membuat Anda merasa mudah lelah. Apalagi bila Anda juga mengidap insomnia atau kesulitan tidur.
Banyak orang mengalami masalah sulit tidur di malam hari yang diperparah dengan kebiasaan seperti mengonsumsi minuman soda atau kafein.
Segala cara dilakukan untuk bisa tidur, seperti menghitung domba atau memandangi langit-langit yang lebih lama.
Tapi sebenarnya ada cara yang lebih sederhana, yaitu mulailah mengatur waktu.
Coba bangun pagi lebih awal. Lalu mulai perhatikan jam tidur dan pastikan Anda beristirahat selama tujuh sampai sembilan jam.
Di siang hari, Anda disarankan meluangkan waktu untuk berolahraga. Berolahraga di siang hari dengan latihan aerobik intensitas sedang seperti jalan cepat, mengendarai sepeda, atau bermain tenis terbukti membantu penderita insomnia tertidur lebih cepat.
Tapi jangan lupa, perhatikan juga jam latihan. Bagi sebagian orang, berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat tidur lebih sulit.
Memasuki waktu sore, coba hindari mengonsumsi kafein. Senyawa dalam kafein dapat mempersulit proses alami tubuh yang membantu tidur dan mengelabui Anda tetap terjaga.
Jika sudah merasa mengantuk di sore hari, coba ganti dengan jalan-jalan pendek.
Baca Juga: Pemerintah Tergetkan Indonesia Layak Anak Pada 2030
Ketika memasuki waktu malam, pastikan untuk selalu jauhi ponsel dari genggaman.
Perangkat teknologi seperti ponsel, laptop, dan tablet terbukti memancarkan cahaya biru yang dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Jika memainkan gadget terlalu dekat dengan waktu tidur, cahaya biru akan bertindak seperti sinar matahari, mengirim kode untuk tetap terjaga. [sleep.org]
Berita Terkait
-
Fetisisme Kesibukan: Saat Lelah Menjadi Simbol Status Sosial
-
5 Look Daily Outfit ala Lomon untuk Aktivitas Sehari-hari
-
Banda Neira 'Tak Apa Akui Lelah': Enak Didengarkan, Lirik Relate Dirasakan
-
Data Pribadi Terus Bocor, Seberapa Kuat Keamanan Siber Indonesia?
-
5 Sepatu untuk Kaki High Arch yang Nyaman dan Mendukung Aktivitas Sehari-hari
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan