Suara.com - Di masa tumbuh kembangnya, perubahan pada diri anak akan menjadi perhatian penuh orangtua. Begitu pula saat melihat bentuk kaki anak menyerupai huruf O, tak sedikit orangtua yang khawatir dan berpikir macam-macam.
Padahal, menurut dokter Spesialis Bedah Ortopedi dr Faisal Miraj dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, jika anak memiliki bentuk kaki O hingga usia dua tahun, masih cenderung normal.
Kondisi ini menurut dia merupakan pengaruh posisi janin saat berada dalam kandungan dan kelenturan urat di sekitar sendi kaki bayi.
"Seiring dengan bertambahnya usia anak, sekitar 3-4 tahun biasanya tungkai akan lurus kembali. Kemudian di usia 6-7 tahun biasanya kaki anak cenderung X tapi setelah itu akan kembali lurus lagi," kata Faisal dalam temu media di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Bentuk kaki O pada anak masuk kategori tak normal, jika setelah usia tiga tahun sudut kelengkungannya tidak berkurang. Biasanya hal ini dialami anak-anak dengan kelebihan berat badan atau akibat gangguan pertumbuhan tulang.
Jika dibiarkan, hal ini akan membuat postur tubuh anak menjadi terganggu dan memiliki cara berjalan yang aneh. Di sisi lain, Faisal mengatakan kondisi ini juga dapat memicu rasa nyeri di sekitar lutut karena tumpuan beban yang tidak seimbang.
"Nah pada kondisi seperti anak harus mendapat perawatan. Kalau dibiarkan bukan tidak mungkin anak akan mengalami penyakit komplikasi serius seperti arthritis," katanya.
Penanganan yang bisa diberikan dokter pada anak dengan kelainan bentuk kaki O pun bermacam-macam. Faisal menjelaskan anak bisa menggunakan braces ortipedi untuk memperbaiki bentuk kakinya. Alat ini memberi manfaat maksimal ketika anak berada dalam masa pertumbuhan.
Ada pula terapi fisik yang bisa dilakukan, yakni latihan meluruskan kaki. Tentu saja latihan ini harus didampingi pelatih fisik berpengalaman untuk memandu anak melakukan gerakan-gerakan yang bisa mengurangi ketegangan pada area tendon dan sendi.
Baca Juga: PAN Tolak AHY dan Salim Segaf Jadi Cawapres Prabowo
"Untuk kasus kaki O yang parah maka operasi menjadi satu-satunya jalan untuk penanganan. Operasi yang umum dilakukan adalah oesteotomy," ujarnya.
Berita Terkait
-
Deddy Sitorus PDIP Semprot NasDem dan Demokrat: Fokus Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti!
-
8 Manfaat Jalan Kaki Pagi bagi Lansia, Sederhana tapi Baik untuk Kesehatan
-
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah
-
4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
-
Foot Spray yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Murah, Sudah BPOM, dan Ratingnya Tinggi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat