Suara.com - Pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting harus berhenti pada akhir pertandingan melawan wakil Cina Shi Yu Qi, dalam laga final bulu tangkis beregu Asian Games 2018 di Istora Senayan, Rabu, (22/8/2018). Pebulu tangkis berusia 21 tahun itu harus menyerah karena mengalami cedera atau kram pada pahanya.
Disampaikan pelatihnya di Pelatnas PBSI Cipayung, Hendry Saputra, dalam keterangan tertulis, Anthony mengalami kram kronis dan dehisdrasi sehingga adanya tarikan di otot yang sangat kuat dari ujung jari sampai paha yang membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Kram otot, seperti yang dilansir dari Active.com sebenarnya adalah permalasahan umum yang paling sering dialami para atlet. Kondisi ini terjadi karena adanya kontraksi otot involunter (bekerja diluar kehendak) sehingga terasa sangat menyakitkan. Ketika otot tersebut berkontraksi cukup kuat, juga berkelanjutan, maka terjadilah kram otot. Kondisi ini sering terlihat atau teraba sebagai otot yang mengeras.
Tapi, apa sih yang menyebabkan seorang atlet, seperti Anthony mengalami kram otot saat berolahraga sementara yang lainnya tidak? Nah berikut penyebab dan cara mencegah kram otot saat berolahraga.
1. Dehidrasi
Dehidrasi dan elektrolit tubuh yang tidak seimbang sering diduga sebagai penyebab kram otot saat berolahraga. Bagaimana dehidrasi bisa menyebabkan kram otot? Ini dikarenakan cairan di dalam tubuh ada di dalam sel atau di luar sel. Ketika kita mengalami dehidrasi, cairan di luar sel menurun. Pengurangan cairan menyebabkan ujung saraf menjadi satu, sehingga otot berkontraksi di luar kontrol yang dapat menyebabkan kram otot.
Dengan mempertahankan hidrasi yang tepat, Anda dapat mencegah perubahan dramatis dalam cairan yang berkontribusi terhadap kontraksi otot yang abnormal. Karenanya, untuk mencegah dehidrasi, mulailah dengan minum cairan sesuai kebutuhan Anda. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, namun umumnya tubuh kehilangan 0,4-1,8 liter air untuk setiap satu jam berolahraga.
2. Perhatikan elektrolit dan konsumsi garam secukupnya
Air juga tidak sendirian dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh Anda. Elektrolit mengontrol pergeseran cairan masuk dan sel bekerja. Elektrolit yang paling diperhatikan selama latihan adalah natrium, yang dapat ditemukan di dalam garam.
Kita kehilangan lebih banyak natrium daripada elektrolit lainnya saat berkeringat. Begitu pula cairan dan sodium di dalam tubuh. Penggantian air tanpa natrium dapat menyebabkan kadar natrium darah yang sangat rendah, yang menyebabkan hiponatremia dan kram otot. Kedua kondisi ini akan terjadi jika Anda berkeringat terlalu banyak dan kehilangan banyak sodium dalam tubuh. Bahkan kram otot yang Anda alami dapat berlanjut ke keadaan darurat medis yang serius ketika tidak segera ditangani.
Untuk mencegah hiponatremia dan kram otot Anda harus menjaga natrium dan cairan di dalam tubuh. Ini sangat berguna untuk individu yang rentan mengalami kram otot. Minuman olahraga sodium tinggi dapat memperlambat kram otot pada mereka yang sering mengalaminya. Sodium juga dapat dikonsumsi dari makanan asin.
Baca Juga: Berkat #BukaSuspendAkunCakImin, Cak Imin Berkicau Lagi
3. Jangan khawatir dengan karbohidrat
Deplesi karbohidrat juga akan menyebabkan kram otot. Karbohidrat adalah bahan bakar utama yang digunakan selama olahraga. Ada jumlah karbohidrat yang terbatas yang disimpan sebagai glikogen di otot-otot kita untuk menyediakan energi untuk berolahraga.
Begitu simpanan glikogen itu telah habis, kita berisiko tinggi mengalami kram otot. Otot membutuhkan karbohidrat (atau energi) untuk berkontraksi; di saat yang bersamaan juga membutuhkan energi untuk bersantai. Ketika tidak ada bahan bakar yang cukup di dalam tubuh, tetapi kita terus berolahraga dan mengontraksi otot-otot kita, relaksasi otot akan terganggu, dan kram pun terjadi.
Dibutuhkan sekitar 60 hingga 90 menit latihan untuk menghabiskan simpanan glikogen. Bahkan latihan yang sangat intens yang berlangsung hanya 45 menit dapat menguras simpanan glikogen. Pastikan untuk mengonsumsi makanan atau camilan yang kaya karbohidrat sebelum olahraga. Mengkonsumsi karbohidrat dengan tepat sangat layak untuk mencegah kram otot.
4. Peregangan dan pemanasan
Kejadian kram otot juga dapat dikurangi dengan melakukan peregangan dan pemanasan sebelum dan sesudah berolahraga. Peregangan membuat otot Anda menjadi lebih fleksibel sehingga lebih sulit terkena kram.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan