Suara.com - Ditinjau lebih jauh bagaimana gula atau makanan manis yang Anda konsumsi memengaruhi kesehatan tubuh, mungkin pandangan Anda tentang gula akan berubah.
Nah, untuk mengetahui apakah konsumsi gula Anda aman atau sudah berlebihan sehingga berisiko diabetes, berikut tanda-tandanya seperti dilansir Self.
Selalu ingin yang manis-manis
Semakin banyak Anda mengonsumsi gula, semakin tinggi keinginan untuk mengonsumsinya lagi.
“Terus-terusan menginginkan gula adalah salah satu tanda Anda sudah mengonsumsi gula berlebih, maka menjadi siklus dan adiktif,” kata Brooke Alpert, MS, RD, penulis The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger.
Ini bukan soal selera, tetapi Anda sudah ada di fase butuh asupan gula yang lebih banyak.
"Dengan mengonsumsi makanan tinggi gula, menyebabkan respons hormonal dalam tubuh seperti gelombang, yang menyebabkan kondisi tubuh naik-turun dan memicu keinginan lebih tinggi lagi.”
Merasa lesu sepanjang hari
"Energi paling stabil adalah ketika kadar gula darah stabil, jadi ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak gula, maka tinggi dan terendahnya kadar gula darah memengaruhi tertinggi dan terendah energi dalam tubuh," kata Alpert.
Baca Juga: 3 Kunci Kemenangan Pilpres 2019, Siapa Menang?
Mengonsumsi banyak gula berarti kemungkinan Anda tidak mengonsumsi protein dan serat yang cukup,
Timbul jerawat tak berkesudahan
“Beberapa orang dengan kulit sensitif akan mengalami lonjakan insulin dari asupan gula, yang dapat memicu kaskade hormon penyebab jerawat atau rosacea timbul," kata Rebecca Kazin, MD, dari Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery dan Johns Departemen dermatologi Hopkins.
Pesta gula akan berdampak di wajah hanya dalam beberapa hari.
Jika kulit Anda tidak susah diatur, Kazin merekomendasikan kurangi konsumsi gula.
Tetapi jia Anda tidak bisa diatur, mungkin masalah jerawat di wajah tidak akan tuntas sampai ke akar-akarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang