Suara.com - Sering atau tidaknya kentut bisa menandakan adanya masalah kesehatan tertentu, namun ternyata ada penjelasan ilmiah berapa kali normalnya manusia melakukan kentut lho.
Seorang ahli gastroenterologi di Massachusetts General Hospital, dr. Kyle Staller mengungkapkan bahwa rata-rata manusia menyimpan sekitar 0,5 sampai 1,5 liter gas pada saluran pencernaannya setiap hari.
Menelan udara, biasanya terjadi saat Anda makan, minum, pakai sedotan, atau mengunyah permen karet. Bakteri di usus mengeluarkan gas saat membantu mencerna makanan dilansir Hello Sehat.
Keseluruhan gas ini akan dikeluarkan melalui kentut secara bertahap. Dilansir dari Cleveland Clinic, rata-rata manusia akan kentut dalam sehari sebanyak 14 sampai 23 kali dan cenderung tidak berbau.
Namun bila kentut berbau busuk, ini artinya kentut mengandung sulfur yang berasal dari bakteri usus besar.
Anda mungkin heran dan merasa tidak pernah kentut sebanyak dan sesering itu. Jangan salah, buang angin alias kentut tidak hanya terjadi saat Anda sedang terjaga atau beraktivitas.
Pasalnya, Anda juga bisa kentut saat tidur sehingga Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda sudah mengalami 20 kali kentut dalam sehari. Tenang saja, ini merupakan refleks alami tubuh yang terjadi pada setiap orang sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
Kentut adalah proses alamiah tubuh yang menandakan bahwa tubuh kita sedang dalam kondisi sehat. Meskipun jumlah kentut dalam sehari itu berbeda-beda pada setiap orang, ada kalanya seseorang dapat mengalami kentut berlebihan.
Normalnya, usus halus akan menyerap dan mencerna semua makanan yang masuk ke dalam tubuh. Namun, dalam kondisi tertentu, usus halus tidak dapat menyerapnya dengan sempurna. Sisa-sisa nutrisi tersebut akan langsung masuk ke usus besar dan dimanfaatkan oleh bakteri untuk menghasilkan lebih banyak gas. Maka tak heran jika setelahnya, Anda jadi lebih sering kentut dalam sehari.
Baca Juga: Apresiasi The Minions, PBSI Harap Sektor Lain Ikut Unjuk Gigi
Kentut berlebihan dapat disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, ini terjadi saat Anda mengonsumsi makanan yang mengandung gas seperti lobak, sawi, nangka muda, nanas, nangka, ubi jalar, dan minuman bersoda. Selain itu, beberapa penyakit juga dapat membuat Anda kentut berlebihan, contohnya sembelit, gastroenteritis, dan intoleransi makanan.
Setiap penyebab kentut berlebihan tentu ada penanganannya masing-masing. Jika kentut berlebihan disebabkan oleh makanan yang mengandung gas, maka sebaiknya hindari dulu makanan tersebut untuk sementara waktu.
Sementara bila sembelit yang menjadi penyebabnya, segera atasi dengan memperbanyak minum air putih dan konsumsi makanan berserat.
Jadi yang terpenting, jaga pola makan Anda sebaik mungkin agar tidak ada masalah kesehatan tertentu dan mencegah kentut berlebihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari