Suara.com - Bagi sebagian orang, naik pesawat merupakan sesuatu yang bikin stres. Dan ketika Anda bepergian naik pesawat bersama bayi atau balita, tentu saja stres itu akan berlipat ganda, bisa karena khawatir soal check in, melewati keamanan bandara, mencari pintu boarding ke pesawat, hingga soal keselamatan penerbangan.
Untuk meminimalkan stres tersebut, lakukan perencanaan matang sebelum Anda terbang bersama si kecil. Ini dia beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
1. Pesan tempat duduk terpisah untuk bayi
Semua penerbangan memperbolehkan Anda memangku bayi berusia 0 sampai 2 tahun, beberapa menggratiskannya, namun ada juga yang mengharuskan Anda membayar tiket khusus bayi. Meski begitu, untuk keamanan dan kenyamanan bayi, Anda sebaiknya memesan kursi sendiri untuk bayi dengan membeli tiket full. Dengan begitu, bayi akan mendapatkan tempat duduk sendiri. Jika bayi Anda belum bisa duduk, pastikan Anda menggunakan car seat yang jenisnya telah disetujui oleh FAA (Federal Aviation Association). Anda bisa membawanya sendiri atau memesannya langsung ke maskapai penerbangan.
2. Ketika memesan tiket, gunakan peta tempat duduk untuk memilih tempat duduk
Bayi dan balita tidak diperkenankan duduk di kursi baris pintu darurat. Beberapa maskapai penerbangan menyarankan agar bayi dan anak-anak ditempatkan di kursi baris depan. Selain memiliki ruang kaki ekstra, Anda juga akan lebih mudah mengakses pintu keluar. Selain itu, Anda juga bisa memilih kursi di baris belakang yang cenderung lebih kosong dan lebih dekat dengan toilet. Jangan lupa, masukkan catatan bahwa Anda bepergian dengan bayi atau balita ketika memesan tiket.
3. Bersiaplah untuk kemungkinan penundaan penerbangan
Tak ada yang bisa memprediksi apakah penerbangan Anda akan tepat waktu atau mengalami penundaan. Meski begitu, tak ada salahnya Anda bersiap dengan segala kemungkinan penundaan. Siapkan popok ekstra, tisu, botol susu, dan pakaian tambahan di tas tangan Anda. Anda juga harus menyiapkan berbagai buku, mainan, snack, atau apapun untuk menghiburnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia