Suara.com - Seberapa sering Anda pelukan dengan pasangan? Bagi pasangan yang sudah menikah, pelukan bisa jadi kunci mendapatkan orgasme saat bercinta lho.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Hormones and Behavior menyebut pelukan merupakan gestur kasih sayang yang bisa membahagiakan pasangan.
Nah, saat seseorang bahagia, maka produksi hormon oksitosin dalam tubuhnya akan meningkat. Peningkatan hormon oksitosin dalam tubuh inilah yang berperan dalam orgasme saat bercinta.
"Makin tinggi kadar oksitosin dalam tubuh seseorang, makin mudah dan nikmat orgasme yang dirasakan saat bercinta," tulis peneliti, dikutip dari Women's Health Mag.
Sering pelukan tidak hanya bermanfaat bagi orgasme. Studi ini juga menyebut pelukan membuat pasangan lebih bahagia dan stres berkurang.
Lebih lanjut, tingginya kadar oksitosin juga membuat kekebalan tubuh meningkat. Sering pelukan juga disebut bisa menguatkan keintiman antara pasangan.
Tak hanya pelukan, oksitosin juga bisa muncul saat pasangan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya.
Mengajak pasangan makan malam romantis, nonton film komedi romantis, atau memberikan hadiah merupakan cara lain membuat kadar hormon oksitosin meningkat.
Nah, itulah cara-cara membangkitkan kadar hormon oksitosin dalam tubuh pasangan, agar orgasme yang dirasakan saat bercinta bisa maksimal. Yuk dicoba!
Baca Juga: Ingin Orgasme Maksimal, Coba Puasa Bercinta Satu Minggu
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh