Suara.com - Siapa yang tak mengenal artis sekaligus istri dari Raffi Ahmad, Nagita Slavina? Ya, kini kehidupan rumah tangganya seolah menjadi konsumsi publik dan tak ada ruang privasi di antara keduanya.
Bahkan, belakangan ini mereka kian eksis di dunia Youtube Tanah Air. Terbaru, salah satu konten yang cukup menarik disimak adalah tantangan diet Nagita Slavina. Dalam video yang diunggah di channel YouTube Rans Entertainment itu, Gigi, sapaan akrabnya, memberikan tantangan diet intermittent fasting selama tujuh hari pada tiga asistennya, Lala, Merry, dan Rizki.
Konsep dari diet tersebut adalah membatasi waktu makan, sehingga pelaku diet hanya diperbolehkan makan di saat tertentu. Nah, untuk ketiga asisten Gigi ditantang hanya boleh makan dalam waktu enam jam setiap harinya selama tujuh hari. (klik untuk lihat video lengkapnya)
''Jadi, kalian semua dalam seminggu cuma boleh makan dari jam 12 siang sampai jam 6 sore. Pagi ngga boleh makan. Di luar jam itu cuma boleh minum air putih,'' jelas Nagita Slavina dalam postingan videonya, Selasa (25/12/2018).
Sebelum tantangan dimulai, masing-masing asisten harus menimbang berat badan terlebih dahulu. Lala tingginya 148 cm, berat 61 kg; Merry tingginya 165 cm, berat 78 kg; dan Rizki tingginya 160 cm, berat 82,8 kg.
Hari pertama, Rizki hanya makan buah dan jus buah tanpa gula dan susu. Sementara Merry memilih menu ayam, nasi goreng, dan burger untuk makan siang.
Begitu pula dengan Lala yang juga memilih nasi goreng untuk menu makannya. Hari kedua, menu yang mereka santap tak kalah bervariasi seperti spaghetti, nasi merah, sayuran, sup ayam, dan buah.
Hingga tibalah di hari ke tujuh. Untuk melihat hasilnya mereka ditimbang dan hasilnya adalah berat badan rata-rata berkurang hingga 3 kg.
Lala kehilangan 1,9 kg menjadi 59,4 kg. Rizki kehilangan 3 kg menjadi 80 kg, dan Merry menjadi 75 kg. Dengan pencapaian itu, mereka mengaku cukup senang, bahkan Merry mengatakan ingin melanjutkan dietnya.
Wah sepertinya diet intermittent fasting ini cukup menarik untuk dicoba. Kalau menurut kamu bagaimana nih, tertarik untuk coba?
Himedik/Dwi Citra Permatasari Sunoto
SUMBER: Himedik.com
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Mendadak Minta Dicarikan Jodoh, Ekspresi Raffi Ahmad Tuai Sorotan
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Intip 6 Produk Makeup Nagita Slavina di Momen Lebaran yang Bikin Tampil Glowing
-
Lebaran ke Rumah Bobby Nasution, Raffi Ahmad dan Gigi Kembali Disentil Isu Liar Asal-usul Lily
-
7 Tips Diet Sehat Setelah Lebaran 2026 agar Berat Badan Turun secara Alami
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS