Dalam memilih klinik fertilitas, tak bisa dipungkiri pasien perlu memilih dokter yang sudah berpengalaman dan ‘jam terbang’ yang banyak. Dokter akan membantu memantau perkembangan program kehamilan yang sedang Anda lakukan. Selain itu, faktor cocok dan rasa nyaman saat berkonsultasi dengan dokter dalam jangka waktu yang lama juga menjadi pertimbangan dalam memilih klinik fertilitas.
Saat bertemu dokter, sebaiknya para pasien sudah menyiapkan berbagai pertanyaan yang ingin diajukan. Jika Anda melakukan program bayi tabung di luar negeri maka Anda dapat melakukan konsultasi dokter melalui email.
“Ingat, setiap pasien itu berbeda. Apa yang Anda baca melalui internet, grup chat, dan blog tentang bagaimana seseorang sukses menjalani program bayi tabung mungkin akan berbeda dengan Anda. Silakan ajukan banyak pertanyaan. Jika Anda membaca tentang pengobatan atau teknologi program kehamilan, jangan ragu bertanya kepada dokter. Tak ada yang salah memiliki banyak opini,” ujar Dr Hannah Brown, Robinson Research Institute Postdoctoral Fellow di The University of Adelaide, seperti dilansir HuffingtonPost.
4. Fasilitas pengobatan yang ditawarkan
Demi mendukung keberhasilan program kehamilan, tentu keberadaan berbagai fasilitas medis yang dimiliki oleh klinik fertilitas merupakan hal utama. Misalnya, mengetahui jenis pengobatan apa saja yang ditawarkan, serta alat atau teknologi apa saja yang dimiliki oleh klinik fertilitas tersebut.
Itulah tips memilih klinik ideal untuk menjalankan program bayi tabung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh