Suara.com - Seorang pengguna aplikasi kencan khusus gay asal Cina, Blued, dilaporkan terinfeksi HIV. Hal ini membuat perusahaan memutuskan untuk menutup registrasi pengguna baru untuk sementara.
Dilansir Reuters, pengguna yang terinfeksi HIV tersebut diketahui masih berada di bawah umur. Infeksi HIV diyakini berasal dari perilaku seks berisiko yang dilakukan tanpa pengaman, setelah pengguna bertemu dengan teman kencannya lewat aplikasi Blued.
"Remaja dari kelompok LGBT di Cina menggemari aplikasi ini, bahkan beberapa di antaranya menyiarkan livestreaming," tulis kantor berita Caixin.
Tak butuh waktu lama, Blued pun langsung memberikan pernyataan resmi. Dalam pernyatannya, Blued mengaku akan melakukan audit mendalam dan komprehensif kepada pengguna, dan memperketat regulasi.
Mereka juga akan menghapus akun, pesan, gambar, hingga grup yang berisi pengguna yang masih di bawah umur.
"Blued melarang keras penggunaan aplikasi untuk anak di bawah umur," tulis Blued lewat media sosial Weibo.
Diluncurkan tahun 2010, Blued kini tercatat memiliki 40 juta pengguna yang teregistrasi. Aplikasi ini bertujuan untuk mempersatukan kelompok LGBT di Cina yang kesulitan mendapat teman kencan.
Berita Terkait
-
Aplikasi Ini Bantu Menghilangkan Kecanduan Rokok
-
Benarkah WhatsApp akan Realisasikan Selingan Iklan?
-
Rayakan Ultah Schumacher ke-50, Keluarga Luncurkan Aplikasi Virtual
-
Kenapa Perempuan Sukses Cenderung Gagal dalam Kencan Online?
-
Seungri BIGBANG Bocorkan Kode Rahasia Artis K-Pop Kenalan Hingga Berkencan
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak