"Lalu aku merasakan sakit yang luar biasa berasal dari tempat aku menggigit lidah selama kejang."
Ketika keluarganya datang mengunjungi, Evie tidak bisa mengenali mereka dan hampir tidak bisa berbicara.
Setelah cukup sehat untuk keluar dari rumah sakit, Evie kembali ke apartemen tempat dia tinggal bersama pacarnya dan tidak pernah diberi tahu apa yang menyebabkan ia kejang.
Masih bingung dengan dirinya, dia disarankan untuk selalu bersama dengan seseorang selama dua minggu pertama dan tidak boleh meninggalkan apartemen.
"Aku mulai menjadi delusi juga. Suatu kali, aku menonton berita di TV dan benar-benar ketakutan, ketika berpikir bahwa aku ada di zona perang yang mereka laporkan."
Kejadian lainnya saat Evie berbaring di tempat tidur bersama pacarnya, tiba-tiba tersentak oleh pemikiran bahwa ibunya sudah tiada.
"Saya duduk dengan tegak dan benar-benar yakin dia (ibunya, -red) telah meninggal, seolah-olah seseorang baru saja memberi tahuku, dan aku mulai bersiap-siap meninggalkan apartemen dan pergi ke orang tuaku di tengah malam."
"Sudah jelas bahwa aku harus kembali ke rumah sakit lagi," ungkapnya.
Evie kembali ke rumah sakit tempat dia didiagnosis menderita psikosis. Dia menjadi animalistis dan setelah dua minggu di rumah sakit ia didiagnosis menderita ensefalitis.
Baca Juga: Shandy Aulia Hingga Ayu Ting Ting Melayat ke Rumah Duka Saphira Indah
“Aku tidak tahu lagi siapa aku. Para petugas medis menempatkanku di sebuah ruangan sendiri. Aku bisa melihat burung-burung terbang di luar dan berpikir aku juga bisa melakukannya."
"Aku mati-matian berusaha untuk melompat keluar dari jendela dan terbang, tapi ayah menggunakan semua kekuatannya untuk menarikku kembali."
"Aku berbalik dan mengumpat, dan aku ingat melihatnya menangis karena umpatan itu," jelasnya.
Karena kondisinya yang semakin seirus, hubungannya dengan pacarnya kandas.
"Dia datang mengunjungiku dan mulai menangis dan kami berdua memutuskan tidak bersama lagi. Saat dia pergi aku menutup gorden dan mulai menangis tersedu-sedu," kenangnya.
Akhirnya setelah perawatan 9 minggu selesai, Evie pindah kembali bersama orang tuanya. Sementara kondisinya membaik, tapi dia tidak dapat bekerja selama 18 bulan karena kelelahan dan disorientasi.
Berita Terkait
-
Waspada! Virus Ensefalitis Jepang Kembali Muncul di Australia, Ancam Kesehatan Masyarakat
-
Mengenal Lebih Dalam Gangguan Skizofrenia dan Stigma yang Menghantui
-
Kisah Warsini, Pasang Behel di Tempat Abal-abal, Kini Malah Alami Infeksi Otak Berbahaya
-
5 Jenis Gangguan Delusional yang Wajib Kamu Ketahui
-
3 Penyebab Delusi yang Wajib Kamu Ketahui
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?