Suara.com - Kemenkes: Korban Meninggal karena DBD Capai 145 Orang
Tingginya angka kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia diprediksi masih akan berlanjut. Hingga tanggal 1 Februari 2019, sudah ada 15.132 orang dirawat karena DBD, dengan korban meninggal 145 orang.
Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan provinsi paling tinggi yang terjadi kasus DBD dan kematian akibat DBD ialah Provinsi Jawa Timur dengan 3.074 kasus dan 52 kematian.
Kasus terbanyak kedua ialah Jawa Barat dengan 2.204 kejadian dan 14 meninggal dunia, NTT dengan 1.092 kejadian dan 13 meninggal dunia, dan Sumatera Utara 1.071 kejadian dan 13 meninggal dunia.
Nadia mengatakan kejadian penyakit DBD ini masih dalam tahap bisa dikendalikan dengan ada beberapa wilayah yang sudah mulai mengalami penurunan kasus demam berdarah.
"Data sekarang Kapuas sudah mencabut (status KLB), Manggarai Barat kasusnya mulai turun walau ada satu dua. Kita harus spesifik masing-masing daerah, yang kita lihat masih naik di Jawa Timur," kata dia, dilansir Antara.
Sebagai perbandingan pada tahun-tahun sebelumnya, Kemenkes mencatat terjadi 53.075 kasus DBD pada 2018, 68.407 kasus di 2017, dan 204.171 kasus di tahun 2016.
Nadia mengemukakan paling banyak kasus kesakitan DBD terjadi pada anak-anak di rentang usia 9-14 tahun. Dia menjelaskan kasus penyakit DBD bisa saja menurun setelah musim hujan berakhir asalkan populasi nyamuk yang menurun.
Kemenkes sangat menekankan intervensi dengan pengendalian populasi nyamuk pembawa virus dengue yaitu nyamuk aedes aegypti.
Baca Juga: Prostitusi Online di Apartemen Kemang View Bekasi Terbongkar
"Prinsipnya kita mengendalikan nyamuk, ini yang utama," jelas Nadia.
Kemenkes, kata dia, telah melakukan intervensi sejak awal musim penghujan di akhir tahun 2018 sehingga populasi nyamuk saat curah hujan mulai tinggi pada Januari dan Februari dapat ditekan. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Pernah Terinfeksi Demam Berdarah, Mungkinkah Tertular Kembali?
-
Cegah DBD Menyerang Keluarga, Jangan Gantung Pakaian di Kamar Ya!
-
Sepanjang Januari 2019, Ada 13.683 Kasus DBD di Indonesia
-
662 Orang Kena DBD di Jakarta, Terbanyak Ada di Jakarta Selatan
-
Kasus DBD di Jakarta Naik, 613 Orang Terinfeksi Selama Januari 2019
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak