Suara.com - Kasus DBD di Jakarta Naik, 613 Orang Terinfeksi Selama Januari 2019
DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak akhir tahun 2018. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut sudah melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan.
Dinas DKI mencatat ada 613 kasus DBD pada Januari 2019 yang terdistribusi di lima wilayah kota, yakni Jakarta Selatan (231 kasus), Jakarta Timur (169 kasus), Jakarta Barat (153 kasus), Jakarta Pusat (23 kasus) Jakarta Utara (37 kasus).
Kasus dengan jumlah rataan tertinggi per 100 ribu penduduk (incident rate/IR) terbanyak ada di Jagakarsa 19,27; Kalideres 16,94; Kebayoran Baru 16,54; Pasar Rebo 13,93 dan Cipayung 13,57.
Anak-anak sekolah antara 7-15 tahun merupakan kelompok pasien terbesar, dengan usia 14-15 tahun paling banyak mengalami kasus DBD.
Angka 613 kasus tersebut bisa dibilang cukup tinggi, jika melihat data 2018 (Januari-Desember) dengan 2.947 kasus dan dua kematian dan pada 2017 (Januari-Desember) dengan 3.362 kasus dan satu kematian.
"Namun tidak lebih tinggi dari 2016 dengan 20.432 kasus dan 14 kematian," ucap Kepala Dinkes DKI Widyastuti, dikutip dari Antara.
Pemerintah DKI Jakarta berupaya mengendalikan dan mengantisipasi DBD dengan menggandeng kerja sama lintas kedinasan hingga gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J).
Kerja sama dengan KPKP, kata Widyastuti, dalam pengadaan ikan cupang atau jenis lainnya yang memakan jentik nyamuk. Sedangkan dengan Dinas Kehutanan adalah pengadaan tanaman pengusir nyamuk.
Baca Juga: Jualan Daging Sambil Telanjang Dada, Aksi Pria Ini Jadi Viral
Selanjutnya, gerakan jumantik (juru pemantau jentik) di setiap rumah dan juga jumantik kecil di setiap sekolah yang digalakkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan Dinas Pendidikan yang dilatih oleh Puskesmas dan organisasi profesi.
Selain itu, untuk memutuskan mata rantai penularan DBD, Dinkes DKI melakukan pemantauan ketat melalui sistem "surveilans" DBD berbasis web yang sudah dimulai sejak 2005 dengan melibatkan 160 Rumah Sakit dan Puskesmas di seluruh DKI Jakarta sehingga dapat mempercepat informasi penularan berdasarkan nama dan alamat.
Dinkes DKI juga mengembangkan model prediksi angka DBD berbasis iklim menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dapat diakses pada laman bmkg.dbd.go.id, sebagai sistem kewaspadaan dini yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
"Kami juga menginstruksikan semua fasilitas layanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini dan tata laksana kasus DBD sesuai standar," tutupnya. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi