Suara.com - Nyamuk Aedes Aegypti atau nyamuk deman berdarah (DBD) dikenal sebagai jenis nyamuk yang pandai dan menyukai tempat yang bersih.
Dituturkan Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpPark, nyamuk DBD akan lebih memilih tinggal di kubangan air yang bersih dan terlindung dari sinar matahari langsung.
"Karena tinggal di air jernih, nyamuk DBD tidak akan ditemukan di air genangan kotor seperti got atau comberan," kata Saleha saat berbicara dalam acara 'Deman Berdarah yang Tak Kunjung Musnah' di Ruang Auditorium 2, Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat, Rabu, (13/2/2019).
Nyamuk DBD juga biasa bertelur di area dinding wadah air. Jadi kata Saleha, yang diperlukan nyamuk DBD untuk berkembang biak adalah area dinding tepat di atas air bersih yang menggenang.
"Artinya nyamuk DBD tidak bisa berletur di sungai atau genangan air tanah. Dia butuh kontainer seperti area kering di botol, baskom, ember atau bak mandi," tambahnya.
Lalu, dinding seperti apa yang disukai oleh nyamuk DBD untuk berkembang biak? Dinding yang disukai nyamuk DBD adalah dinding yang bertekstur kasar, menyerap air dan berwarna gelap seperti gentong yang terbuat dari tanah atau semen.
"Telur nyamuk DBD akan kering dan dapat bertahan sampai enam bulan disituah ia berkembangbiak, melekat erat di dinding. Makanya saat akan membersihkan kontainer, dinding harus disikat."
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga