Suara.com - Membahas soal kanker, tepat pada hari ini, 15 Februari 2019, diperingati sebagai Hari Kanker Anak sedunia. Lantas, apa perbedaan kanker anak dengan kanker orang dewasa? Benarkah kanker anak lebih mudah disembuhkan daripada kanker dewasa?
Dikutip dari siaran pers HelloSehat, perbedaan yang paling mencolok antara kanker anak dan kanker dewasa adalah tingkat kesembuhannya. Umumnya, kanker anak lebih mungkin sembuh dibandingkan kanker pada orang dewasa.
Dahulu, saat pertengahan 1960-an diketahui bahwa kanker pada anak seperti, leukemia, tidak dapat disembuhkan. Namun seiring berkembangnya zaman, 70 persen leukemia pada anak kini sudah berhasil ditangani. Hal ini berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang perkembangan penyembuhannya tidak terlalu signifikan.
Hello Sehat Medical Review Team menyatakan bahwa kemungkinan kesembuhan kanker anak lebih tinggi karena ditinjau dari segi biologis, jenis kanker anak dan kanker dewasa berbeda.
Umumnya, hampir semua kasus kanker yang terjadi pada orang dewasa adalah karsinoma yang tumbuh di jaringan epitel, seperti kanker prostat, kanker payudara, kanker rahim, atau kanker leher rahim.
Sedangkan pada anak, kanker yang terjadi merupakan ‘sarkoma’ yang tumbuh pada jaringan muda atau embrional pada tubuh, seperti jaringan saraf, tulang, kelenjar limfoma, dan otot. Jenis kanker yang paling banyak dialami oleh anak yaitu kanker darah, kanker otak, kanker limfoma, dan kanker tulang.
Karsinoma pada kanker dewasa dan sarkoma pada kanker anak merupakan dua hal yang sangat berbeda dari segi jenis, tempat tumbuh, serta cara pertumbuhannya, walaupun sama-sama menyebabkan kanker.
Karsinoma lebih banyak ditemukan pada usia lanjut, sel-sel kankernya tumbuh sebagai akar-akar di berbagai jaringan, sehingga mudah sekali menyebar. Sedangkan sarkoma, atau dikenal juga sebagai tumor ganas, menyerang sel-sel muda dan tumbuh merata ke jaringan-jaringan.
Berbagai penelitian telah menemukan bahwa pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi lebih efektif untuk mengatasi sarkoma yang terjadi pada anak-anak, apalagi jika tumbuh pada jaringan muda. Sementara, untuk jenis kanker yang berjenis karsinoma, kemoterapi dan radiasi lebih resisten.
Baca Juga: Pria Ini Ancam Jual Skandal Mantan Jutaan Rupiah Usai Diputusin
Entah apa yang menyebabkannya, namun ada pendapat yang menyatakan bahwa pengobatan pada kanker anak, tidak hanya mengakibatkan sel embrio atau sel muda mati, tetapi juga menyebabkan penuaan dini pada sel normal.
Saat sel normal menua, sel akan melakukan regenerasi dengan cepat untuk menggantikan sel yang telah rusak. Hal inilah yang tidak terjadi secara signifikan pada orang dewasa, karena biasanya kemampuan regenerasi sel mereka semakin menurun seiring bertambahnya usia.
Orang dewasa, khususnya lansia, memiliki kemampuan pulih dari penyakit lebih lambat dibandingkan anak-anak. Belum lagi adanya penyakit lain, seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru-paru yang dapat memperlambat pengobatan kanker.
Meski terdapat perbedaan, perlu diingat bahwa kanker tetap memiliki peluang sembuh yang lebih besar apabila ditemukan sedini mungkin. Itu sebabnya, rutinlah melakukan pemeriksaan dan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari faktor pemicu kanker yang berasal dari lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa