Suara.com - Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspada Gejala Pneumonia
Batuk rentan menyerang di musim pancaroba. Pakar mengingatkan agar tidak menyepelekan batuk yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu, karena bisa jadi gejala pneumonia.
Dikatakan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, musim pancaroba seperti saat ini membuat perubahan cuaca dari panas ke hujan dalam waktu singkat. Hal ini berpengaruh kepada sistem daya tahan tubuh yang bisa menurun.
"Kalau daya tahan tubuh turun, demam, meriang, batuk lebih dari dua minggu, tetap kita harus periksa sputum (dahak -red) untuk mengetahui apakah ada infeksi," tutur dr. Wiendra dalam temu media di Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Infeksi pneumonia dikatakan dr. Wiendra masih jadi masalah di Indonesia. Saat ini, angka kematian akibat pneumonia pada bayi mencapai 4 per 1.000 kelahiran hidup.
"Kalau pada orang dewasa, biasanya ada penyakit penyertanya. Tapi penyebab kematiannya tetap pneumonia," ujar dr. Wiendra lagi.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan batuk berdahak. Sebab selain pneumonia, batuk berdahak juga bisa menandakan adanya gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Untuk itu, dr. Wiendra mengingatkan untuk selalu menjalankan pola hidup bersih dan sehat, dengan mencuci tangan pakai sabun, rutin olahraga, tidak merokok, dan makan buah serta sayur.
Baca Juga: Bakar Foto Mauro Icardi, Pertanda Wanda Nara Bakal Cerai?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin