Suara.com - Punya Jantung Berlubang, Gadis Ini Buktikan Bisa Sukses Jadi Model
Semua bayi dilahirkan dengan lubang di jantung mereka agar darah dapat bersirkulasi ke paru-paru ketika mereka berada di dalam rahim. Beberapa hari setelah mereka dilahirkan, lubang tersebut harus secara otomatis menutup.
Tapi, sayangnya, hal ini tidak terjadi pada gadis kecil bernama Amy Lee. Kondisi itu disebut sebagai paten ductus arteriosus (PDA), sebuah kondisi jantung yang serius. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung dan paru-paru.
Dilansir Metro, saat itu Amy berusia tujuh bulan. Ia didiagnosis pada Hari Natal dan harus melakukan operasi besar untuk kondisinya tersebut. Namun ini tidak membuat Amy patah semangat.
Kini, di usianya yang menginjak delapan tahun, Amy yang selalu bermimpi menjadi model, memiliki kesempatan untuk melenggang di London dan New York.
Sang ibu, Jennie, yang tinggal di East Grinstead di Sussex Barat, berbicara kepada Evening Standard tentang kesuksesan Amy.
"Amy sangat senang ketika menjadi model dan memiliki senyum berseri-seri di wajahnya. Dia baru akan semangat ketika dia berada di catwalk. Saya sangat bangga padanya, terutama mengingat apa yang telah dialaminya," kata Jennie.
"Itu adalah saat terburuk dalam hidupku ketika Amy sakit. Tetapi para dokter dan perawat memberikan perawatan dan dukungan yang terbaik bagi Amy," tambah dia.
Amy masuk ke sebuah agensi ketika dia baru berusia lima tahun, dan telah membintangi iklan untuk supermarket termasuk Lidl dan Sainsbury, serta untuk merek-merek desainer seperti pakaian ME.
Baca Juga: Trik Padu Padan Blazer Jadi Outfit Kasual
"Amy sangat sakit ketika dia lahir dan jantungnya sudah membesar," kata Bell, ahli bedahnya di Rumah Sakit Anak-Anak Evelina London di Lambeth.
Bell melakukan operasi lubang kunci pada Amy dengan memasukkan sumbat ke jantungnya melalui tabung di kakinya.
Dia juga mengatakan sangat luar biasa untuk melihat kemajuan yang Amy buat. Selama London Fashion Week, Amy ikut serta dalam peragaan busana anak-anak. Dia akan kembali untuk putaran pekan mode berikutnya September mendatang.
Berita Terkait
-
Potret Estelle Morain, Wanita yang Bikin Hati Nathaniel Clyne Klepek-Klepek
-
Tambah Gemuk, Wanita Ini Malah Laris Jadi Model Plus Size
-
Gadis 3 Tahun Meninggal Kelaparan, Ibunya Bersenang-senang dengan Teman
-
Perlu Diwaspadai, Ini Bahaya Minum Soda Secara Rutin
-
Jual Keperawanan di Situs Online, Model Ini Laku Puluhan Miliar
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?